kumparan
21 Mei 2018 20:56 WIB

Kunjungi Universitas NU NTB, Konjen Tiongkok Jajaki Kerjasama Pendidikan

Konjen Tiongkok Gao Haodong bersama jajaran UNU NTB. (KATAKNEWS/kumparan)
ADVERTISEMENT
MATARAM - Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Denpasar, Gao Haodong, Senin sore (21/5), berkunjung ke Universitas Nahdlathul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram.
Bersama rombongan dalam kunjungan itu, Haodong juga nampak didampngi Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Agus Winektu.
Kunjungan Haodong dan rombongan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti upaya penjajakan kerjasama pendidikan dengan UNU NTB, terutama berkaitan dengan rencana pembukaan program studi (Prodi) Kebudayaan dan Bahasa Mandarin di UNU NTB.
Dalam kunjungan tersebut, Konjen Tiongkok Gao Haodong disambut oleh Rektor UNU NTB, Hj Baiq Mulyana, Ketua PW NU NTB , TGH Taqiuddin Mansyur, Sekretaris NU NTB, KH Lalu Winengan, dan jajaran pengurus wilayah NU NTB.
ADVERTISEMENT
"UNU NTB menyambut baik kunjungan dan rencana kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan Tiongkok. UNU tentu senang dengan atensi dan perhatian Konjen Tiongkok di Denpasar dalam program pengembangan SDM ini," kata Rektor UNU NTB, Hj Baiq Mulyana, dalam sambutannya.
Sebagai warga NU, Rektor UNU NTB merasa prihatin dengan sikap intoleransi yang masih ada dan berkembang saat ini. Menurut dia, UNU ke depan akan menegakkan proses tasamuh atau toleransi.
"Jangan ada lagi ada prasangka-prasangka. Untuk harus dimulai dari saling mengenal yakni lewat saling mengenal kebudayaan dan adat istiadat agar tidak menimbulkan prasangka," kata Baiq Mulyana.
Ketua PW NU NTB, TGH Taqiuddin Mansyur mengatakan, UNU akan terbuka kepada siapa pun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan.
ADVERTISEMENT
"Sebagai organisasi besar NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan ummat. Sebagai pengurus wilayah NU NTB kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Konjen Tiongkok dan rombongan," tukas TGH Taqiyuddin Mansyur.
Sementara itu, Konjen Tiongkok di Denpasar, Gou Haodong mengatakan, kunjungannya ke UNU NTB dilakukan untuk bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan segenap komponen NU dan UNU.
"Saya senang bisa ketemu dosen dan siswa di sini. Tapi sebelum ketemu disini sudah ketemu dan diskusi dengan Ketua PW NU NTB. Karena memang untuk menghilangkan prasangka itu kita harus saling mengenal," katanya.
Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim yang besar. Sebelumnya ia juga pernah berkunjung ke negara muslim lain seperti Iran, Arab Saudi, Qatar, dan Etiopia.
ADVERTISEMENT
"Saya senang dengar suara azan dari masjid. Ini berarti pendidikan muslim di Indonesia. Saya sudah banyak bertugas dan berkunjung di negara negara muslim," katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Menurutnya, meskipun dirinya bukan muslim, namun tetap bisa merasakan bahwa ajaran Islam mengedepankan toleransi dan mencintai antar sesama.
"Ajaran Al Quran mengajarkan semua muslim itu saudara dan mencintai antar sesama," imbuhnya.
Gou Haodong merasa senang dan bangga dengan informasi bahwa kehidupan kaum Tionghoa di NTB aman dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
"Setiap tahun ada perayaan Imlek di NTB yang berjalan baik dan aman, ini luar biasa," katanya.
Terkait usulan Rektor UNU NTB tentang rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin, ia mengatakan, hal itu merupakan gagasan yang bagus. Pihaknya pun merasa senang dengan usulan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kami akan diskusikan lebih lanjut untuk kerjasama dengan UNU ini," katanya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan