Konten dari Pengguna

5 Hal yang Harus Dilakukan jika Gebetan Berhenti Kirim Pesan

Relationship Goals

Relationship Goals

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hal berkencan, salah satu hal yang paling mengecewakan adalah ketika kamu harus menghadapi kenyataan tiba-tiba pasangan atau gebetan menghilang. Kamu kesulitan untuk melakukan apa yang harus dilakukan ketika dia berhenti menghubungimu

Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash

Dia berjanji untuk menghubungi kamu tapi nyatanya tidak. Ketika dia tidak lagi menelepon atau membalas pesan kamu, itu bisa membuat kamu bingung. Kamu akan bertanya-tanya mengapa dia berhenti berkomunikasi. Jadi, bagaimana jika kamu menghadapi kejadian seperti ini? Berikut hal yang harus kamu lakukan dikutip dari Your Tango.

1. Jangan Bombardir Pesan

Foto: Unsplash

Ketika seseorang tidak menanggapi kamu, hal terburuk yang dapat kamu lakukan adalah membombardirnya dengan pesan. Namun justru ini adalah cara termudah dan tercepat untuk mendorong seseorang menjauh.

Memang menjengkelkan dia pergi tanpa memberikan alasan; namun, jangan mulai mengirim banyak chat atau telepon. Pastikan juga untuk menghindari pengiriman pesan lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, atau media sosial lain.

2. Tunggu Selama 3 Hari

Foto: Unsplash

Hal seperti ini biasanya digunakan setelah kencan pertama, tetapi dapat diterapkan kapan saja selama hubungan atau situasi. Cukucarp istirahat 3 hari dari mengirim pesan dan meneleponnya untuk melihat apakah dia dapat memulai percakapan. Kamu dapat melakukan ini ketika dia berhenti berkomunikasi untuk memberinya waktu. Upaya yang sama bisa dilakukan dalam komunikasi baik dengan pacar.

3. Jika Memungkinkan, Temui Langsung

Cobalah dengan santai untuk menemuinya, di mana kamu akan dapat membaca situasi lebih jelas. Plus, itu akan memberi kamu kesempatan untuk berpakaian mengesankan dan memicu perhatiannya. Kamu akan tahu ada sesuatu yang terjadi jika dia bertindak tidak biasa atau benar-benar menghindar ketika dia menatapmu.

4. Berhati-hati

Mungkin kamu kesal dengan situasi itu lalu mengeluh kepada teman yang mana teman dari dia juga. Bisa saja teman kalian ini memberitahu dia apa yang kamu katakana atau, lebih buruk lagi, membuat segalanya lebih dramatis. Ini membuat kamu tampak aneh.

Jika benar-benar harus bercerita, cari orang yang benar-benar dapat dipercaya. Tetapi jangan biarkan terlalu banyak orang tahu bahwa kamu sedang kesal.

5. Jangan Curhat di Media Sosial

Foto: Unsplash

Sekali lagi, kamu tidak ingin ini menjadi urusan publik. Masalah itu antara kamu dan dia, bukan urusan orang lain. Hindari mengunggah pesan jahat atau membuat status yang tidak jelas yang jelas-jelas tentang dia dan situasinya.

Kamu mungkin yakin dengan melakukan itu akan menarik perhatiannya dan mengirim sinyal kepadanya untuk menelepon atau mengirim chat segera. Tetapi itu pasti akan membuat kamu terlihat tidak dewasa dan menjengkelkan.