Bisa Kehilangan Orang Terdekat, Ini 5 Alasan Mengapa Harus Menjauhi Backstabber

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
Konten dari Pengguna
25 Juli 2022 10:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kehilangan orang terdekat.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kehilangan orang terdekat. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Sebelum berteman, mungkin sudah sewajarnya untuk kamu selektif dalam memilih. Tidak masalah jika kamu ingin berteman dengan banyak orang, namun jika salah memilih teman, ada banyak sekali hal buruk yang harus kamu rasakan. Apalagi jika salah satu temanmu ada yang backstabber.
ADVERTISEMENT
Coba kamu pikirkan, pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang baik di depan, namun ternyata punya perilaku yang berbeda di belakang? Dia akan memperlakukanmu deng baik saat sedang bertatap muka, namun ketika di belakang justru dia akan mencari-cari keburukanmu sampai habis. Maka, dialah seorang backstabbber.
Kalau kamu baru saja menyadari ada salah satu temanmu yang backstabber, sebaiknya segeralah menjaga jarak sebelum nama baikmu jadi rusak atau bahkan bisa merebut pacarmu diam-diam dengan menceritakan hal-hal buruk tentangmu.
Berikut ada beberapa alasan mengapa kamu harus menjauhi seorang backstabber.
1. Menimbulkan masalah baru
Ilustrasi ada masalah baru. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ada masalah baru. Foto: Shutterstock
Perilaku seorang backstabber yang bermuka dua bisa menimbulkan masalah baru buatmu. Perilaku buruknya dapat menyeretmu ke dalam permasalahan yang tidak seharusnya. Sebisa mungkin untuk menghindarinya karena sangat merugikanmu dan berpotensi membuat orang lain jadi tidak menyukaimu.
ADVERTISEMENT
2. Membuat permasalahan jadi rumit
Selain dapat menimbulkan masalah baru, seorang backstabber memang susah sekali ditebak perilakunya. Bersimpati dan prihatin di depan, tetapi ketika di belakang justru berubah 180 derajat. Makanya, tingkah mereka yang ada bisa membuat permasalahan semakin rumit. Apa yang seharusnya dipecahkan dengan mudah, malah merembet kemana-mana.
3. Merusak nama baik
Ilustrasi nama baik dirusak oleh seorang backstabber. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama baik dirusak oleh seorang backstabber. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kebiasaan orang yang backstabber selalu membicarakan hal buruk yang tidak benar ketika di belakang. Hal ini bisa membuat orang lain menilai buruk tentang pribadimu. Salah satu hal buruk yang bisa saja terjadi padamu, yakni nama baikmu akan rusak.
4. Kehilangan orang terdekat
Tidak menutup kemungkinan kalau dari perilaku seorang backstabber bisa membuatmu kehilangan orang terdekat. Hal ini disebabkan karena dia selalu mengadu domba kamu dengan orang terdekat. Seorang backstabber sudah pasti tidak suka melihatmu bahagia, makanya dia sebisa mungkin untuk membuatmu dinilai buruk oleh orang lain termasuk orang terdekat dan membuatmu kehilangannya.
ADVERTISEMENT
5. Mengganggu kesehatan mental
Ilustrasi kesehatan mental terganggu. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesehatan mental terganggu. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Memiliki teman yang backstabber, tentu saja dapat mengganggu kesehatan mental kamu. Kebiasaan dia yang suka membicarakan keburukanmu yang tidak benar, sehingga memengaruhi penilaian orang lain terhadapmu, dan hal ini akan mengganggu kesehatan mentalmu. Terlebih, teman seperti itu sangat toxic untuk ada dalam hidupmu.
Meskipun kamu harus menjauhi orang yang backstabber, namun jika di suatu situasi kamu tidak sengaja bertemu dengannya, alangkah baiknya berikan senyuman padanya. Kamu tidak perlu membuang-buang energi dengan bereaksi marah, sedih, naupun kecewa berlebihan terhadap perilakunya.
Kenapa harus tersenyum kepadanya? Sebab, hal buruk yang dia katakan tentang kamu hanya berdasar atas pemikiran subjektif. Kamu pun tidak bisa membuat semua orang senang denganmu atau membahgiakan semua orang, bukan?
ADVERTISEMENT
Jadi, cobalah untuk jaga diri kamu sendiri dari aktivitas gosip, fitnah, ata sejenisnya. Karena rasanya ketika digosipkan itu menyakitkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020