kumparan
14 Nov 2017 15:23 WIB

TNI HARUS KUASAI MEDIA DIGITAL

Pada kesempatan kumparan ONBOARDING BATCH 2 yang diadakan di Kuningan City, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi pembicara yang ditunggu-tunggu oleh 125 orang wartawan kumparan (kumparan.com).
ADVERTISEMENT
Adalah masalah digital, dan isu kejahatan cyber yang menjadi bahan diskusi dan data yang dibeberkan oleh Panglima TNI Gatot.
Media, Informasi dan sosial media menjadi hal yang harus dijaga kebenarannya, memilah milih informasi yang datang dan mencari kebenarannya adalah hal wajib sebelum kita 'share' ke media sosial atau ke orang lain.
Panglima Gatot menjelaskan tidak akan mentolerir dengan informasi-informasi yang belum absah,
"Kita harus waspada, tidak ada sekat-sekat lagi, dulu bisa, sekarang. Enggak bisa lagi disekat-sekat. Seperti kejadian di polres Atmajaya, peran media sangat luar biasa, siapapun juga yang menerima berita bisa share untuk melihat ini benar atau tidak," pungkasnya.
Sementara Gatot mengatakan setiap Prajurit TNI sudah seharusnya bisa mengikuti era digital, dan menguasai media sosial, bahkan Gatot mengatakan pembelajaran sosial media sudah mulai diadakan di Militer,
ADVERTISEMENT
"Di sekolah Militer mulai diadakan, setiap prajurit dimanapun berada dia sama seperti wartawan melaporkan," lanjutnya.
Dalam menanggapai kemajuan teknologi, hati-hati dalam menyaring informasi dan mengharuskan TNI paham akan media digital adalah cara Panglima Gatot untuk mempersempit kejahatan cyber di Indonesia,
"Memang kemajuan teknologi bawa dampak positif dan negatif, kalau kita manfaatkan yang positif saya pikir gak ada masalah tapi kalau negatif bahaya, kita seleksi semua informasi," tutupnya dengan jelas.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan