kalau ukurannya bahagia, tentu debateable. Karena tolak ukur bahagia orang itu beda-beda sesuai dengan target hidup masing-masing. Pertanyaan di judul bisa jadi iya, bisa jadi enggak, jawabannya banyak faktor. Lebih saintifik kalau pertanyaanya, "Betul atau enggak, pasangan yang pernikahan bahagia/aktif secara fisik/melakukan oleh raga bersama punya harapan hidup lebih panjang?" ini lebih saintifik karena ada risetnya, jawabannya ada dasarnya.

comment on Pasangan Menikah Belum Tentu Lebih Bahagia dari Para Lajang, Benarkah?