agak rancu ya, saya beberkan buktinya 1 persatu nekolim n neolib itu adalah istilah Mr Soekarno saat masa penjajahan n awal kemerdekaan tp saat Soeharto berkuasa cengkraman kapitalisme, nekolim n neolib justru makin kuat n itu bs d buktikan, kontrak dgn perusahaan asing pertama saat soeharto berkuasa adalah dgn freeport, stlh itu berbondong2 perusahaan asing kmudian masuk ke Indonesia tp dgn syarat hrs menggandeng perusahaan lokal (perusahaan lokal inilah yg skr menjadi sbuah konglomerasi) yg sebagian besar d kuasai oleh anak n kroni Soeharto,, kalau akhirnya gerindra menyalahkan sistem perekonomian Indonesia skr, maka dia hrs berkaca diri, Prabowo sdri adalah bagian dri orba n grup2 usahanya skr adalah berkat bantuan dari mertuanya (Soeharto). kalau dia teriak2 anti asing lalu apa kabarnya perusahaan2 milik hasyim adiknya yg justru bermitra dgn Amerika, apa kabarnya Prabowo yg pernah dilatih oleh militer Amerika,, bahkan di chanel youtube Mr Hasyim pernah bilang "Prabowo adalah sahabat terdekat Amerika" Pemerintah justru skr lg memperjuangkan amanat UUD45pasal 33 dgn berusaha mengembalikan kekayaan emas papua menjadi milik Indonesia, Pemerintah jg telah menyerahkan pengelolaan blok mahakan ke Pertamina, Pemerintah jg sedang berusaha membangun infrastruktur (jalan, pelabuhan dan waduk) supaya distribusi logistik lancar yg akhirnya akan menurunkan harga2 kebutuhan pokok, membuka daerah2 terpencil agar bs ikut merasakan pembangunan dan waduk untuk mengatasi kekeringan, sebagai PLTA dan sebagai irigasi agar Indonesia bs swasembada beras,, jd mohon bersabar krn semua butuh proses dan waktu.. jgn teriak2 anti asing dan aseng krn skr dalam dunia global yg namanya asing atau aseng itu saling bantu satu sama lain dlm bentuk investasi dan kerjasama perdagangan. yg perlu di atur adalah soal regulasinya dimana pemerintah harus ttp memegang kendali dan SDM indonesia harus mampu bersaing agar tidak semakin tergerus kemajuan zaman

comment on Hubungan Gerindra dan Kelompok 212: Melawan Kekuatan Kapitalis-Neolib