News
·
29 Juli 2021 18:11
·
waktu baca 3 menit

Media Indonesia dalam Kacamata Global

Konten ini diproduksi oleh rhina anita
Sudah lebih dari satu tahun pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia. Kondisi ini berdampak bukan hanya pada aspek kesehatan dan sosial ekonomi, tetapi juga pada bidang jurnalistik. Industri media yang paling terdampak adalah media cetak, yang telah mengalami kehancuran karena digitalisasi, dan kian terpuruk akibat pandemi.
Media Indonesia dalam Kacamata Global (65507)
searchPerbesar
Digital News Report 2021 | Reuters News Agency reutersagency.com
Akhir Juni 2021, Reuters Insitute kembali mempublikasikan Digital News Report untuk yang kesepuluh kalinya, sebagai survei global yang menyoroti perkembangan media digital di dunia. Survei dilakukan pada 46 negara yang berada di enam benua. Tahun ini, enam negara baru dimasukkan dalam survei, yaitu India, Indonesia, Kolombia, Nigeria, Peru dan Thailand.
ADVERTISEMENT
Dalam Digital News Report yang dikeluarkan Reuters Institute, Indonesia untuk pertama kalinya masuk menjadi sorotan global karena tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 71 persen dari sekitar 275 juta penduduk. Poin yang diangkat antara lain kepercayaan publik terhadap berita yang disajikan media, pemilihan platform media, perilaku kaum muda terhadap berita, perbandingan media sosial dan media mainstream, serta pola konsumsi berita di masa pandemi. Selain itu juga mengulas mengenai peran influencer yang menggunakan berbagai platform media sosial.
Berdasarkan data Digital News Report, masalah misinformasi meningkat di banyak negara, dan dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media sosial, para pengguna media sosial lebih mudah terpapar misinformasi.
Dilihat dari kategori sumber berita, media dalam jaringan (daring) termasuk media sosial, menjadi sumber utama konsumsi publik yaitu sebesar 89 persen. Kemudian diikuti televisi sebesar 58 persen, dan media cetak sebesar 20 persen. Namun, menurut laporan tersebut kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap berita tidak begitu besar, hanya sebesar 39 persen. Adapun masyarakat yang rela membayar untuk mendapatkan berita lebih rendah lagi, yaitu sebesar 19 persen.
ADVERTISEMENT
Laporan yang dimuat dalam Digital News Report ini memberikan gambaran mengenai kondisi Indonesia secara umum. Untuk itu, dibutuhkan penelitian yang lebih khusus untuk mengetahui kondisi yang lebih menyeluruh. Di dalam negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah melaksanakan survei literasi digital yang dilakukan pada November 2020. Berdasarkan survei tersebut, Indonesia mengalami peningkatan peringkat literasi digital, walaupun belum mencapai hasil yang diharapkan. Menurut data Kominfo, masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mengakses berita dan informasi melalui media sosial, pilihan selanjutnya adalah televisi, media online, media resmi pemerintah, media cetak dan radio.
Menanggapi hasil survei Digital News Report, media Indonesia diharapkan dapat berbenah diri. Industri media harus melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada media, karena di masa krisis global seperti pandemi COVID-19 kebutuhan masyarakat akan berita terpercaya mengalami peningkatan. Selain itu, industri media juga harus mencari cara untuk mengatasi masalah misinformasi yang masih banyak terjadi. Dalam menyajikan pemberitaannya, salah satu hal penting yang harus dilakukan jurnalis adalah selalu berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
Media Indonesia dalam Kacamata Global (65508)
searchPerbesar
Ilustrasi jurnalisme. Foto: Pixabay
Media merupakan sumber informasi yang selalu dibutuhkan masyarakat dalam situasi apapun. Di masa pandemi, insan pers memiliki kontribusi yang sangat besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui pemberitaan yang informatif, akurat dan terpercaya. Semoga industri media dapat bertahan di masa sulit ini, dan akan selalu berkembang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020