kumparan
20 Okt 2018 14:29 WIB

Menyusuri Reruntuhan Kekaisaran Inka di Peru

Pemandangan di Machu Picchu, Inka, Peru. (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Sewaktu kita masih di bangku SMP atau SMA, tentu kita sudah mengenal dan belajar sedikit mengenai Kekaisaran Inka. Kekaisaran Inka memiliki daerah kekuasaan di sisi barat Amerika Selatan, tepatnya di sepanjang pegunungan Andes yang terbentang dari Chile, Peru, Ekuador, hingga Kolombia.
ADVERTISEMENT
Pada tulisan kali ini, saya akan mengajak anda menyusuri reruntuhan Kekaisaran Inka di Peru yang merupakan pusat pemerintahan dari Kekaisaran Inka.
Sebelum kita menyusuri sisa-sisa peninggalan Kekaisaran Inca, seperti yang telah saya sebutkan bahwa Kekaisaran Inka menempati gugusan pegunungan Andes, maka hampir seluruh obyek wisata akan berada di ketinggian minimal 2.500 meter dari permukaan laut yang memiliki oksigen lebih tipis.
Untuk itu, jika anda ingin menikmati obyek-obyek wisata di sana, anda perlu memiliki kondisi fisik yang prima. Altitude sickness adalah masalah serius yang sering menyerang para wisatawan di Peru.
Oleh karena itu, salah satu antisipasi adalah banyak mengkonsumsi daun koka, menyiapkan obat altitude sickness (di Peru bernama 'Sorojhi Pills') atau menmbeli tabung oksigen kecil untuk berjaga-jaga.
Bersama penduduk setempat di Inka, Peru. (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Cusco
ADVERTISEMENT
Biasanya ketika anda pergi ke Peru, anda akan mendarat di Lima, Ibu Kota Peru. Untuk memulai menyusuri sisa Kekaisaran Inka, anda perlu mencari penerbangan ke Cusco. Kota ini memiliki ketinggian 3.400 meter di atas permukaan laut, sehingga jika anda ingin langsung menjelajahi Kota Cusco sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.
Cusco dulunya adalah Ibu Kota Kekaisaran Inka sejak abad ke-13 hingga ke-16, namun jika anda mengira akan menjumpai banyak sisa-sisa bangunan Inka maka Anda kecewa. Hampir seluruh bangunan telah dihancurkan oleh Spanyol ketika menaklukkan Kekaisaran Inka pada tahun 1533 di bawah pimpinan Fransisco Pizzaro.
Plaza de Armas del Cusco (Foto: Rodrigo Argenton/Wikimedia Commons/Public Domain)
Bangunan-bangunan penting pada masa Kekaisaran Inka konon dipenuhi dengan emas sehingga menjadi sasaran penjarahan oleh para penjajah Spanyol. Pizarro saat itu sudah diwanti-wanti oleh Raja Spanyol agar tidak mengulangi apa yang dilakukan oleh Hernan Cortez ketika menghancurkan Kerajaan Aztec di Meksiko.
ADVERTISEMENT
Untuk menghilangkan jejak bahwa di Peru pernah berdiri sebuah peradaban yang cukup maju, maka hampir seluruh bangunan dan dokumentasi tertulis mengenai Inka dihancurkan. Kemudian Pizarro melaporkan bahwa dia dan pasukannya hanya menemukan beberapa suku yang masih primitif.
Hal ini menyebabkan minimnya referensi tertulis mengenai Kekaisaran Inca. Tempat paling terkenal di Cusco saat ini adalah Plaza de Armas, tempat di mana Tupac Amaru, Kaisar terakhir Inca, dieksekusi oleh Spanyol. Di tempat ini ada bangunan Katedral bernama Iglesia de la Compañía de Jesús yang didirikan tepat di mana istana Kekaisaran Inka dulu berdiri.
Iglesia de la Compañía de Jesús (Foto: Dok. Pribadi/Istimewa)
Bangunan lain yang terkenal adalah Coricancha yang dibangun di atas kuil kuno yang diperuntukan untuk menyembah dewa matahari. Kita mengetahui bahwa slogan penjajahan Spanyol adalah 'gold, góspel, glory'.
ADVERTISEMENT
Jadi selain mencari emas, Spanyol juga menghancurkan bangunan-bangunan yang melambangkan 'kekafiran' dan digantikan dengan gereja atau bangunan lainnya.
Di jalan Hatun Rumiyuq, anda bisa melihat tembok yang dibangun pada masa Kekaisaran Inka dan tembok yang dibangun oleh Spanyol di atasnya. Orang lokal memiliki guyonan bahwa keduanya dibangun oleh Inka, namun yang satu dibangun oleh Inca-pable, sambil menunjuk tembok yang dibangun oleh Spanyol.

Bangunan-bangunan penting pada masa Kekaisaran Inka konon dipenuhi dengan emas sehingga menjadi sasaran penjarahan oleh para penjajah Spanyol.

- -

Sacred Valley dan Ollantaytambo
Tempat kedua yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi adalah Machu Picchu. Namun dalam perjalanan menuju Machu Picchu, anda bisa mengunjungi Sacred Valley untuk melihat teknologi pertanian yang dimiliki oleh Kekaisaran inca.
ADVERTISEMENT
Kekaisaran Inca tidak memiliki pasukan yang kuat, namun Kekaisaran ini bisa menjadi besar karena memiliki teknologi pertanian yang maju.
Dengan teknologi itu membuat Kekaisaran Inka selalu memiliki cadangan makanan berlimpah dan hal inilah yang digunakan untuk membeli kesetiaan kerajaan-kerjaan kecil dengan menawarkan makanan ketika mereka mengalami kekeringan.
Sacsayhuamán (Foto: Dok. Pribadi/Istimewa)
Untuk menuju Machu Picchu, anda harus naik kereta yang berangkat dari Ollantaytambo. Di Ollantaytambo ini anda dapat melihat resor Kaisar Pachacuti, Kaisar terbesar dalam sejarah Inka.
Konon Kaisar Pachacuti ini juga yang memerintahkan pembangunan Machu Picchu. Pada masa penaklukan Spanyol, Ollantaytambo menjadi basis pertahanan dari Kekaisaran Inca. Oleh karena itu anda juga bisa melihat adanya gudang pemyimpanan bahan makanan di atas bukit dekat dengan resor Ollantaytambo ini.
Sacred Valley, sistem pertanian Kekaisaran Inka (Foto: Dok. Pribadi/Istimewa)
ADVERTISEMENT
Machu Picchu
Pemandangan di Machu Picchu, Inka, Peru. (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Machu Picchu merupakan bangunan yang paling terkenal dari sisa peninggalan Kekaisaran Inka. Berada di ketinggian 2.400 meter, tempat ini bagus untuk aklimatisasi tubuh anda di ketinggian. Setelah anda naik kereta dari Ollantayambo, anda akan tiba di desa kecil bernama Agua Calientes.
Saya sarankan Anda tiba di Agua Calientes pada sore hari dan kemudian menginap satu malam di sana karena antrian untuk masuk ke Machu Picchu telah dimulai sejak jam empat pagi.
Memasuki Machu Picchu, Aanda akan disuguhkan oleh pemandangan yang indah dan arsitektur bangunan yang menakjubkan. Keindahan foto Machu Picchu tidak dapat menggantikan apa yang anda saksikan dengan mata Aanda secara langsung dan merasakan suasana magis dari tempat tersebut.
ADVERTISEMENT

Keindahan foto Machu Picchu tidak dapat menggantikan apa yang anda saksikan dengan mata anda secara langsung dan merasakan suasana magis dari tempat tersebut.

- -

Salah satu kenikmatan dari mengunjungi situs bersejarah adalah merasakan dan berimajinasi bagaimana kondisi tempat tersebut ketika masih digunakan. Oleh karena itu saya juga menyarankan anda untuk menggunakan jasa pemandu agar Anda dapat mengetahui sejarah singkat dari Machu Picchu.
Banyak teori yang mencoba menjelaskan fungsi bangunan Machu Picchu, namun salah satu teori mengatakan bahwa Machu Pichhu dulunya merupakan sebuah universitas atau tempat pendidikan di mana pemuda-pemuda dari daerah yang ditaklukkan oleh Kekaisaran Inka dikumpulkan untuk dididik agar setia kepada Inka.
Machu Picchu (Foto: Dok. Pribadi/Istimewa)
Misteri lainnya adalah cara mengangkut batu-batu besar material ke atas gunung tersebut mengingat Inka saat itu tidak mengenal teknologi roda. Machu Picchu diperkirakan dibangun pada 1450 dan ditinggalkan pada masa penaklukkan Spanyol.
ADVERTISEMENT
Satu hal yang perlu diketahui adalah Spanyol tidak pernah menemukan Machu Picchu dan tidak pernah menyadari adanya bangunan tersebut hingga akhirnya ditemukan pada 1911 oleh sejarawan asal Amerika Serikat, Hiram Bingham. Hal itu membuat kondisi Machu Picchu relatif masih utuh ketika ditemukan.
Selain mengunjungi Machu Picchu, anda juga dapat memilih untuk menanjak Huayna Picchu atau Machu Picchu Mountain. Keduanya merupakan bukit di sekitar Machu Picchu agar anda dapat melihat Machu Picchu dari ketinggian.
Namun, Huayna Picchu sangat popular karena di bukit tersebut juga terdapat beberapa peninggalan bangunan kuno dan bukit ini tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu tiket untuk menanjak Huayna Picchu harus dibeli antara sebulan atau dua bulan sebelumnya agar tidak kehabisan.
ADVERTISEMENT

Satu hal yang perlu diketahui adalah Spanyol tidak pernah menemukan Machu Picchu dan tidak pernah menyadari adanya bangunan tersebut hingga akhirnya ditemukan pada 1911 oleh sejarawan asal Amerika Serikat, Hiram Bingham.

- -

Montaña de Siete Colores (Vinicunca)
Jalan Menuju Montaña de Siete Colores (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Dari Machu Picchu, tujuan berikutnya adalah ke Montaña de Siete Colores atau Gunung Pelangi. Untuk itu anda perlu kembali lagi ke Cusco dan memulai perjalanan ke Vinicunca pada pagi hari berikutnya. Vinicunca merupakan gunung yang berwarna warni seperti pelangi.
Tempat ini tidak terdapat sisa reruntuhan Kekaisaran Inka, namun tempat ini sejak dulu sudah dikeramatkan dan dianggap tempat suci oleh penduduk setempat. Menurut saya, tempat ini wajib Anda kunjungi ketika Anda sudah berada di Cusco dan sekitarnya karena tempat ini sungguh menakjubkan.
ADVERTISEMENT
Untuk tiba di tempat penanjakan awal, maka Anda harus berkendara selama kurang lebih tiga hingga empat jam. Titik awal penanjakan sudah berada di ketinggian 4.000 meter lebih, sehingga Anda perlu mempersiapkan fisik dengan baik.
Jalan Menuju Montaña de Siete Colores (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Saya menyarankan agar Anda menyewa kuda karena dari titik awal penanjakan hingga sampai di Gunung Pelangi, Anda masih harus berjalan kurang lebih 5 kilometer dengan medan yang beraneka ragam. Untuk medan yang menanjak curam, Anda harus turun dari kuda dan berjalan kaki hingga Anda tiba di kontur yang landai kembali.
Vinincuna terletak di ketinggian 5.200 meter dan perjalanan menuju Vinicunca sangat melelahkan. Namun ketika Anda sampai di atas, pemandangan yang tersajikan dapat membuat Aanda melupakan keletihan yang Anda rasakan.
Pemandangan sekitar Montaña de Siete Colores, Inka, Peru (Foto: Dok: Ricardo Perkasa)
Warna-warna di gunung tersebut terbentuk dari lapisan kandungan mineral yang ada dan muncul ke permukaan akibat erosi. Konon hanya ada empat tempat lainnya yang memiliki gunung warna warni seperti Vinicunca, yaitu di RRT, Iran, Islandia, dan Argentina.
ADVERTISEMENT
Demikian pengalaman saya ketika menelusuri jejak-jejak Kekaisaran Inka di Peru. Kekaisaran Inka mungkin telah lama dihancurkan, namun kemegahannya terekam abadi di berbagai reruntuhannya dan suasana kebesarannya masih dapat kita rasakan langsung hingga kini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan