Opini & Cerita
·
9 September 2020 5:33

Mempermudah pembukuan UMKM, mahasiswa Unipdu beri pendampingan aplikasi SI APIK

Konten ini diproduksi oleh Rido M Sugiono
Blitar, kumparan.com -- Mahasiswa Kegiatan Pendampingan Masyarakat (KPM) Unipdu melakukan pendampingan menggunakan aplikasi akuntansi SI APIK kepada pemilik UMKM di kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pendampingan dilaksanakan dengan langsung mengunjungi lokasi pelaku usaha yang sudah ditargetkan pada hari Rabu hingga Kamis (19 – 20/08/2020).
ADVERTISEMENT
Pendampingan dilakukan di dua lokasi UMKM yang sebelumnya sudah disurvey kedapatan masih menggunakan pembukuan dengan cara konvensional . Kedua UMKM tersebut milik Yeni Herawati selaku pemilik toko kelontong dan Farida Basir pemilik usaha pemotongan ayam.
Mahasiswa tersebut memberikan konsultasi dan praktek mengenai pembukuan yang lebih mudah dan ringkas yang ditawarkan oleh aplikasi SI APIK. SI APIK (Aplikasi Pencatatan Keuangan) adalah aplikasi yang ditujukan untuk UMKM perorangan dan juga untuk badan usaha tidak berbadan hukum yang dikembangkan oleh BI (Bank Indonesia) dan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). SI APIK menawarkan delapan opsi sektor usaha, yaitu sektor perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan tangkap, perikanan budidaya, manufaktur, jasa, dan usaha perorangan. Tiap opsinya mempunyai format masukan data, transaksi, dan laporannya masing – masing. Dari tahapan – tahapannya terdapat penjelasan yang bertujuan untuk memudahkan pengguna aplikasi dalam memasukkan data keuangan sesuai jenis transaksi. Outputnya berupa laporan keuangan yang dapat diunduh dengan format PDF dan juga Excel. Data – data di aplikasi SI APIK akan otomatis tersimpan karena mempunyai fitur backup dan restore sehingga pengguna tidak perlu khawatir dengan arsip pembukuan laporan keuangannya. Namun dari banyaknya kelebihan yang ditawarkan aplikasi ini, pengguna smartphone berplaform iOS harus bersabar karena saat ini aplikasi ini hanya tersedia di platform Android saja.
ADVERTISEMENT
Ketika berkunjung di kedua lokasi, nampak antusiasme dari pemilik UMKM tersebut sangat tinggi. Terlihat dari aktifnya mereka bertanya kepada mahasiswa tersebut.
“Kelihatannya mudah pengoperasiannya, tinggal ketik ketik begitu saja. Karena selama ini ribet membuat pembukuan di buku itu. Pas totalan terkadang masih tercampur dengan keperluan pribadi”, ungkap Bu Farida pemilik usaha potong ayam.
Mohammad Ridlo selaku penanggungjawab program mengatakan bahwa secara umum UMKM di Kelurahan Karangtengah belum mempunyai catatan keuangan atau berupa pembukuan transaksi usaha mereka, baik yang ditulis di buku maupun dicatat menggunakan aplikasi pembukuan di gawai.
“Belum banyak yang punya pembukuan keuangan, beberapa masih dilakukan secara manual, beberapa sudah dicatat pakai aplikasi. Karena beberapa pelaku UMKM tersebut masih kesulitan saat merekapnya, bingung memisahkan modal, laba dan rugi, sehingga laporan yang mereka buat tak jarang membuat mereka bingung sendiri”, jelasnya.
ADVERTISEMENT
Mahasiswa Unipdu tersebut berharap pendampingan pembukuan menggunakan aplikasi SI APIK yang dia lakukan dapat mempermudah para pelaku UMKM dalam membukukan transaksi dan memanfaatkan hasilnya untuk kemajuan usaha mereka, meskipun sedikit terkendala dengan kemampuan mereka mengoperasikan gawai.
-Mohammad Ridlo, KPM Unipdu
#KPMMandiriUnipdu2020
Mempermudah pembukuan UMKM, mahasiswa Unipdu beri pendampingan aplikasi SI APIK (12593)
Mahasiswa UNIPDU memberikan pendampingan aplikasi SI APIK kepada salah satu pemilik toko di Kel. Karangtengah Kota Blitar.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white