Peran Wanita dalam Industri Pembangkit Listrik

Rifqi Fachrezi
Mahasiswa Semester 8 Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Teknik Mesin Program Studi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
Konten dari Pengguna
10 Juli 2024 12:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rifqi Fachrezi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peran Wanita pada Industri Pembangkit Listrik (Sumber : dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Peran Wanita pada Industri Pembangkit Listrik (Sumber : dokumen pribadi)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Industri pembangkit listrik, yang dahulu didominasi oleh laki-laki, kini mulai menyaksikan partisipasi wanita yang semakin meningkat. Perubahan ini tidak hanya menandai kemajuan dalam hal kesetaraan gender, tetapi juga membawa dampak positif terhadap efisiensi dan inovasi di sektor energi.
ADVERTISEMENT
Keterlibatan Wanita dalam Teknologi dan Inovasi
Wanita kini berperan penting dalam pengembangan teknologi pembangkit listrik. Mereka terlibat dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D) hingga pengelolaan proyek dan operasi. Teknologi energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, telah menjadi ladang baru bagi inovasi yang dipelopori oleh wanita. Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), pada tahun 2024, wanita mewakili sekitar 32% dari tenaga kerja di sektor energi terbarukan, menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepemimpinan dan Manajemen
Di tingkat manajerial, wanita menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang tangguh. Beberapa perusahaan pembangkit listrik besar di Indonesia dan dunia telah melihat manfaat dari diversifikasi gender dalam manajemen puncak. Laporan dari Deloitte pada tahun 2024 menunjukkan bahwa perusahaan dengan keberagaman gender yang tinggi di tingkat eksekutif lebih mungkin memiliki profitabilitas di atas rata-rata industri.
ADVERTISEMENT
Dampak Sosial dan Ekonomi
Partisipasi wanita dalam industri pembangkit listrik juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Peningkatan partisipasi wanita dalam sektor ini membuka lebih banyak peluang kerja dan memberdayakan wanita secara ekonomi. Data dari World Metrics pada tahun 2024 menunjukkan bahwa di beberapa negara, seperti Jerman dan Prancis, wanita memegang 27% dan 28% dari pekerjaan di sektor energi masing-masing.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun kemajuan telah dicapai, wanita di industri pembangkit listrik masih menghadapi berbagai tantangan. Stereotip gender dan ketidaksetaraan upah masih menjadi masalah yang harus diatasi. Studi dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa kesenjangan upah gender di sektor energi masih mencapai 20%, menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih kuat untuk mengatasi ketidaksetaraan ini.
ADVERTISEMENT
Masa Depan yang Cerah
Melihat tren positif dalam partisipasi wanita, masa depan industri pembangkit listrik tampak cerah. Dengan lebih banyak wanita yang terlibat dalam berbagai aspek industri ini, diharapkan akan ada lebih banyak inovasi dan kemajuan dalam teknologi energi yang berkelanjutan. Perusahaan dan pemerintah harus terus mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan wanita untuk mencapai potensi penuh mereka di sektor energi.
Peran wanita dalam industri pembangkit listrik bukan hanya tentang kesetaraan gender, tetapi juga tentang meningkatkan efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan di sektor yang sangat penting ini. Dengan mendukung partisipasi wanita, kita tidak hanya membangun industri yang lebih kuat dan beragam, tetapi juga masa depan yang lebih cerah untuk energi global.
ADVERTISEMENT