• 1

Tentang Drama Persidangan yang Disiarkan Langsung

Tentang Drama Persidangan yang Disiarkan Langsung



Siaran Langsung Drama Persidangan

Persidangan tokoh yang disiarkan secara langsung di media (Foto: Bagus Permadi)
Sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap Ahok bukanlah sidang pertama yang disiarkan secara langsung. Masih kental di ingatan kita bagaimana sidang Jessica Kumala Wongso terus menerus disiarkan secara langsung bahkan berulang kali. Jauh sebelum Jessica, sidang pembacaan dakwaan terhadap Antasari Azhar pada 2009 lalu pun disiarkan secara langsung. Pro kontra akan siaran langsung persidangan pun terus bergulir, terutama setelah 31 episode Sidang Jessica Wongso yang banyak mendapat kritikan dari publik.
Pada prinsipnya, setiap persidangan adalah terbuka untuk umum kecuali kasus kesusilaan atau terdakwa anak-anak. Polemik pertama kali muncul ke permukaan pasca siaran langsung persidangan Antasari Azhar. Di dalamnya termuat materi persidangan yang berkaitan dengan seksualitas menyangkut hubungan Antasari-Rani Juliani. Hal tersebut menjadi persoalan karena persidangan yang berlangsung selama empat jam dan disiarkan langsung tidak bisa diedit atau disensor terlebih dahulu. Maka bisa menimbulkan kemungkinan pelanggaran terhadap etika jurnalistik dan penyiaran.
Ketua KPI kala itu, Sasa Djuarsa, kemudian melontarkan wacana untuk melarang siaran langsung dari ruang sidang. Namun kemudian, pada 17 November 2009, KPI dan Dewan Pers menyatakan dalam Siaran Pers-nya bahwa keputusan izin persidangan bisa disiarkan secara langsung berada di tangan hakim atau instansi penyelenggara. Kekhawatiran akan pelanggaran etika diantisipasi dengan mengingatkan lembaga penyiaran akan P3SPS dan Kode Etik Jurnalistik yang harus diperhatikan.
Mahkamah Agung kemudian mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Perekaman Proses Persidangan. Perekaman proses sidang ditujukan agar sidang lebih transparan, akuntabel dan teratur. Namun apakah perekaman dan penyiaran secara langsung adalah satu hal yang sama?


Basuki T Purnama atau Ahok jalani sidang perdana kasus penistaan agama

Ahok menangis saat menbacakan nota pembelaan di hadapan majelis hakim di sidang perdana kasus penistaan agama. (Foto: pool/cnn indonesia/safir makki)

Setelah tiga tahun, sidang Jessica Wongso menguak kembali perdebatan yang belum usai di masa lalu. Sidang yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 27 Oktober 2016 ini disiarkan secara secara langsung bahkan berulang-ulang. Mereka yang pro berpegang pada argumen hak publik untuk memperoleh informasi, aturan yang menyatakan bahwa persidangan bersifat terbuka serta demi persidangan yang akuntabel dan transparan. Sedangkan pihak yang kontra, menyatakan bahwa siaran langsung bisa berakibat pada pencemaran alat bukti, menggiring opini publik, trial by the press atau penghakiman oleh media dengan adanya komentator dan sebagainya.
"Pemberitaan soal itu membuat media dikritik berat sebelah dan malah ada yang menudingnya sebagai trial by the press," kata Ketua bidang penyiaran AJI, Revolusi Riza, dalam siaran pers.
Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta, Hasoloan Sianturi, terkait persidangan kasus Ahok mengatakan bahwa kemungkinan siaran langsung hanya dibolehkan untuk Sidang Pembacaan Dakwaan saja. "Setelah dilakukan evaluasi, ternyata dampak siaran langsung itu untuk pemeriksaan saksi, ahli maupun terdakwa dinilai lebih banyak sisi buruknya daripada sisi baiknya," jelas Hasoloan selanjutnya.
Bagaimana pendapat kalian terkait siaran langsung persidangan? (rn)


Ahok

500

Baca Lainnya