Jerat Mulut Ahok
21 December 2016 8:09 WIB
0
0


Penghujung 2016 nampaknya menjadi akhir tahun yang berat bagi calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu kini didakwa melakukan penistaan agama terkait pidatonya yang menyebut soal surat Al Maidah. Ucapan Ahok kerap menuai kontroversi hingga beberapa kali dilaporkan ke polisi.
Berdasarkan hasil penelusuran kumparan, orang pertama yang melaporkan Ahok adalah Lies Sungkharisma, warga Jakarta yang kecewa dengan janji Ahok membangun subway di daerahnya. Membawa bukti potongan berita online, Lies melaporkan Ahok ke Badan Reserse Kriminal Polri pada 26 Juli 2013. Tuduhannya, penipuan melalui internet.
Hampir dua tahun berselang, pada 11 Maret 2015, Bareskrim menerima lagi laporan tentang Ahok dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham “Lulung” Lunggana. Bersama enam anggota DPRD lain, politikus PPP itu menganggap Ahok melakukan pencemaran nama baik dengan menyebut anggota dewan sebagai maling.
Enam bulan berlalu, pada 2 September 2015, Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim. Kali ini, Ahok dituduh menebarkan ancaman dan kekerasan terhadap warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Penyebabnya, Ahok menyatakan akan menggunakan otot, bukan otak, dalam penggusuran Kampung Pulo. Warga, yang diwakili Lies Sungkharisma, melaporkan Ahok ke Bareskrim.
Seluruh laporan tadi seakan-akan menguap. Baru pada 7 Oktober 2016, pelaporan terhadap Ahok berbuntut panjang. Tuduhannya tak main-main: Penodaan agama. Ahok dilaporkan dua organisasi massa, yakni Forum Anti-Penistaan Agama dan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Buktinya berupa potongan video pidato Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51. Ulah Ahok memicu sejumlah demonstrasi, antara lain terjadi pada 4 November 2016 dan dikenal dengan nama Aksi 411. Tak sampai dua pekan kemudian, pada 16 November 2016, Kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka.
Penetapan tersangka itu tak menghentikan pelaporan terhadap Ahok. Pada 17 November 2016, Herdiansyah mengadukan Ahok ke Bareskrim karena merasa nama baiknya dicemarkan. Peserta Aksi 411 itu tersinggung karena Ahok menyebut para demonstran mendapat uang Rp 500 ribu.
Berbeda dengan sebelumnya, proses hukum Ahok kali ini terbilang kilat. Tak sampai sebulan setelah menjadi tersangka, pada 13 Desember 2016, Ahok diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sambil duduk di kursi terdakwa, Ahok mengklarifikasi tentang penyebutan surat Al-Maidah ayat 51 dalam eksepsinya.
Tak dinyana, klarifikasi Ahok yang disiarkan secara langsung di televisi itu dilaporkan juga ke Bareskrim oleh Anggota Front Pembela Islam Novel Chaidir Hasan. “Dia (Ahok) lagi-lagi mengutip Al-Maidah,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: