Buzz
·
12 September 2021 15:01

Cerita Kebaikan yang Menular : Menolong Tanpa Pamrih

Konten ini diproduksi oleh Rina Anita Indiana
Cerita Kebaikan yang Menular : Menolong Tanpa Pamrih (11339)
searchPerbesar
Foto : Unsplash
Kadang-kadang kebaikan memang datang dari tempat dan asal yang tidak kita sangka. Datangnyapun bisa saja tepat sekali dengan saat kita berada di ujung hampir putus asa.
ADVERTISEMENT
Sekitar pertengahan Januari tahun lalu, saya dihadapkan masalah perpajakan yang cukup rumit. Sebagai staf perpajakan saya harus menjawab hasil pemeriksaan. Seluruh peraturan sudah saya urut, tapi tidak juga mendapat titik terang harus memakai dasar peraturan apa untuk menjawab. Nilainya temuan dari kantor pajak sangat fantastis. Milyaran.
Disaat tinggal satu dua hari menuju akhir jangka waktu untuk memberikan jawaban ke kantor pajak, saya sudah tidak ada daya lagi, hampir tidak bisa tidur dan tidak doyan makan.
Dalam keadaan begitu, saya mencoba searching grup diskusi pajak di internet. Dapat! Saya langsung masuk dan tanyakan masalah saya. Jawaban datang dari admin grup. Agak berbayang, sehingga saya kurang jelas. Tidak ada waktu untuk sopan (bila langsung menjapri itu tidak sopan). Saya japri beliau dan saya sampaikan masalah saya. Beliau memberikan solusi yang sangat jelas. Saya seperti lolos dari lubang jarum.
ADVERTISEMENT
Saya berkali-kali mengucapkan terima kasih. Beliau sampaikan tidak perlu berterima kasih kepadanya. Mungkin dulu saya pernah memudahkan urusan seseorang, sehingga Tuhan memudahkan urusan saya, dengan perantara dia. Saya resapi kata-katanya, seolah ingin menunjukkan, kebaikanmu adalah untukmu. Terus mudahkan urusan orang sehingga kita nanti juga akan dimudahkan. Teruslah berbuat baik, nanti akan menular, dan kembali padamu dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Beberapa kali saya masih bertanya bila ada hal yang sulit saya pecahkan. Beliau tidak hanya mengajarkan cara memancing ikan, melainkan juga mengajarkan cara membuat pancingnya.
Beberapa kali juga saya bertanya apakah saya boleh memberikan sebuah kenang-kenangan sebagai tanda ucapan terima kasih. Beliau selalu menolak. Tidak ingin menunjukkan identitasnya. Beliau menolong dan ikhlas. Tidak hanya untuk saya tetapi semua orang yang bertanya di grup itu.
ADVERTISEMENT
Sekitar akhir Juli 2020 HP saya mengalami kerusakan parah. Yang saya sesali adalah saya tidak pernah menyimpan kontak beliau. Tidak ada jejak sama sekali. Forum itu juga sudah tidak dapat saya masuki karena memang beliau membatasi hanya 3000 orang saja pesertanya agar fokus.
Yang selalu terkenang adalah kebaikannya, ketulusannya yang tanpa pamrih membantu orang lain. Sejak saat itu saya sering masuk ke grup-grup diskusi dengan memakai nama anonymous. Membantu dengan sedikit yang saya bisa. Membantu orang-orang yang tersesat, atau berada dalam situasi kuldesak seperti dulu saya.
Saya membayangkan beliau entah dimana dan entah siapa, sampai saat ini masih melakukan hal yang sama. Tentang beliau saya tidak tahu apakah pria apakah wanita. Entah dimana dan entah siapa. Tidak ada nomor telepon, tidak ada foto profil. Yang muncul dan saya ingat hanya satu : nama kontaknya T R.
ADVERTISEMENT
Teruslah berbuat baik, karena kebaikan itu menular.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020