kumparan
13 Sep 2019 15:53 WIB

Crime Story: Siapa Pemerkosa Sum Kuning?

Tanggal 18 September 1970 usai berjualan, seorang gadis penjual telur bernama Sumarijem atau yang dikenal dengan nama Sum Kuning, dipepet sebuah mobil berjenis Jeep Station Wagon.
Crime Story Episode 3, Sum Kuning. Foto: Kumparan
Beberapa orang membekap dan langsung menariknya ke dalam mobil saat ia berjalan persis di depan Asrama Polisi Pathuk, kawasan Ngampilan, Sleman, Yogyakarta.
Sum Kuning tiba-tiba dibekap oleh orang tak dikenal Foto: Kumparan
Di dalam mobil, Sum Kuning berusaha melawan, namun tak berhasil karena para pelaku berjumlah lebih dari 1 orang dan tenaga mereka sangat besar membekap Sum Kuning.
Di atas mobil, Sum dibekap oleh para pelaku. Foto: Kumparan
Di dalam mobil, ia juga diancam dengan belati atau pisau, sehingga Sum Kuning ketakutan. Tak hanya itu, Sum Kuning juga dibius hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi setengah sadar, Sum Kuning diperkosa beramai-ramai.
Ia juga diancam dengan pisau atau belati. Di bawah tekanan, Sum Kuning diperkosa beramai-ramai. Foto: Kumparan
Penduduk Yogyakarta geger, kasus perkosaan Sum Kuning langsung menjadi headline media massa saat itu. Tak hanya di Yogyakarta, kasus ini juga diberitakan media massa nasional yang mengutuk keras perkosaan tersebut.
Usai diperkosa, Sum Kuning berjalan menuju rumah kerabatnya di Yogyakarta. Ia akhirnya dibawa ke RS Bethesda untuk divisum. Foto: kumparan
Sum Kuning dibawa kenalannya ke rumah sakit Bethesda, Yogyakarta untuk diperiksa. Namun anehnya, begitu Sum Kuning keluar dari rumah sakit, dia justru ditahan oleh polisi. Sum Kuning dituduh memberikan keterangan palsu. Padahal menurut visum, Sum Kuning mengalami pendarahan di bagian kelamin dengan selaput dara yang robek.
Sum Kuning yang baru keluar rumah sakit diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberikan keterangan palsu. Foto: kumparan.
Publik yang geram, meminta kepolisian membebaskan Sum Kuning dari segala tuduhan karena masyarakat menganggap Sum Kuning adalah korban. Namun, Sum Kuning tetap ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap memberikan keterangan palsu.
Penduduk Yogyakarta mendatangi kantor polisi, meminta agar Sum dibebaskan dari segala tuduhan. Foto: Kumparan
Kasus Sum Kuning disidangkan di Pengadilan Negeri Yogyakarta secara tertutup. Dalam sidang itu pula, tiba-tiba polisi menghadirkan Trimo, seorang pedagang bakso yang dituduh sebagai pemerkosa Sum Kuning. Meski di persidangan, Trimo menolak mentah-mentah semua tuduhan polisi kepadanya.
Majelis hakim PN Yogyakarta menyatakan Sum tak memberikan keterangan palsu soal perkosaan. Foto: Kumparan
Jaksa menuntut Sum Kuning 3 bulan penjara dan satu tahun percobaan karena dianggap memberikan keterangan palsu bahwa dirinya diperkosa. Tapi Hakim Lamijah Moeljarto menyatakan Sum Kuning tidak memberikan keterangan palsu, sehingga harus dibebaskan dari seluruh dakwaan.
Di persidangan, 10 orang tersangka terduga pelaku perkosaan diadili. Foto: Kumparan
Kasus ini kembali diselidiki. 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dan persidangan untuk kasus ini kembali bergulir. Di akhir putusan, kesepuluh orang tadi dibebaskan karena dianggap tak terbukti memperkosa. Namun, ada pemberitaan yang menyebut, 2 dari 10 orang tadi dinyatakan bersalah dan divonis 4 tahun penjara, sementara yang lainnya dibebaskan.
Dari 10 tersangka, disebut hanya 2 orang yang akhirnya dinyatakan bersalah oleh hakim, Foto: Kumparan
Saking kontroversialnya kasus tersebut, di tahun 1980 dibuatlah sebuah Film berjudul 'Perawan Desa' yang menceritakan malangnya nasib Sum Kuning.
2 dari 10 tersangka dihukum 4 tahun penjara karena terbukti memperkosa Sum Kuning. Foto: Kumparan
Namun, hampir 50 tahun berselang, tak pernah ada yang tahu, siapa sebenarnya pemerkosa Sum Kuning. Kasus ini juga merupakan bentuk kelamnya penegakan hukum di era orde baru.
Tahun 1980, kiisah Sum Kuning diadaptasi ke dalam film berjudul Perawan Desa yang dibintangi Yati Soerachman. Film ini diganjar 3 penghargaan oleh FFI. Foto: Kumparan
Simak video di atas untuk mengetahui kelanjutan cerita misterinya dalam Crime Story kumparan episode 3.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·