• 0

Google Translate Bantu Dinsos Komunikasi dengan WN Mesir yang Dicopet

Google Translate Bantu Dinsos Komunikasi dengan WN Mesir yang Dicopet



WNA asal Mesir

Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin, asal Mesir, korban copet di Terminal Kalideres. (Foto: Istimewa)
Erwin, petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S), mengaku kesulitan berkomunikasi dengan WN Mesir, Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin, karena keterbatasan bahasa. Petugas yang tak kehabisan akal akhirnya berinisiatif menggunakan aplikasi penerjemah.
"Awalnya memang agak susah soalnya bahasa Inggrisnya juga patah-patah. Akhirnya kami gunakan aplikasi Google Translate untuk minta keterangan dari dia," kata Erwin kepada kumparan, Minggu (25/12).
Erwin menulis dalam bahasa Indonesia lalu diterjemahkan ke bahasa Inggris. Tamed lalu menjawab dengan menuliskannya dalam bahasa Inggris meskipun juga tidak lancar.

WNA asal Mesir

Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin bersama dengan petugas. (Foto: Istimewa)
Dari percakapan tersebut, Erwin dan petugas P3S lainnya mengetahui informasi bahwa Tamed merupakan warga Kairo, Mesir, namun sudah lama tinggal di Malaysia.
"Dia mengaku selama di Malaysia berprofesi sebagai teknisi pesawat, tapi itu kan menurut keterangan dia," jelas Erwin yang tidak mempercayai begitu saja pengakuan Tamed.
Kepada petugas, Tamed mengaku akan ke NTB untuk menemui temannya yang memiliki kafe di sana.
"Dia dari Malaysia menyeberang ke Dumai lewat laut, lalu dari sana naik bus hingga Jakarta. Tapi di dalam bus di malah dicopet," kata Erwin.
Tamed saat ini ditampung di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya I, Kedoya. Dia akan dibawa ke NTB bersama penyandang masalah sosial lainnya pada Selasa, 27 Desember.

Breaking NewsNewsSosial

500

Baca Lainnya