• 0

Komunitas Bismania Keberatan Klakson Telolet Dilarang

Komunitas Bismania Keberatan Klakson Telolet Dilarang



Mobil Telolet 1971 di Jakarta

Mobil Telolet 1971 di Jakarta (Foto: Dok. Twitter @VideoSejarah)
Kemenhub akan melarang sopir bus membunyikan klakson telolet bila tak ingin ditilang dengan alasan keselamatan. Komunitas pecinta bus, Bismania, keberatan dengan kebijakan itu.
"Kalau sampai penilangan mungkin terlalu berlebihan, karena saya rasa kan justru yang mengganggu perjalanan kan orang-orang yang minta telolet itu," ujar Arief Setiawan, ketua umum Bismania Community, saat berbincang dengan kumparan, Kamis (22/12).

Bus Antar Kota

Suasana pengukuran di garasi bis oleh dishub dan polres (Foto: Dok. Bus mania)
Arif mengatakan bus antarkota yang dapat mengeluarkan suara khas ini bahkan sudah dicek oleh Dinas Perhubungan setempat. Suara klakson yang dikeluarkan dianggap masih di ambang batas wajar dan tak mengganggu.

00:00:00/00:00:00

Om Telolet Om

"Waktu itu kan pernah dicek Dishub, intensitas suaranya belum melebihi batas dari peraturan pemerintah. Kalau penilangan kan ada dasarnya. Nah, dasarnya enggak ada penilangan itu, di Permen kan aturannya sudah jelas berapa desibel suaranya. Waktu itu kan Dishub sudah mengukur dan tidak melebihi ambang batas peraturan," jelas Arief.

Bus Antar Kota

Waktu pengukuran di garasi bis oleh dishub dan polres (Foto: dok. Bus mania)
Arief tidak ingat berapa desibel suara klakson telolet saat pengecekan. "Ada kok itu di peraturan," katanya.
Suara klakson kendaraan diatur dalam Pasal 69 Peraturan Pemerintah Nomor 55/2012 tentang Kendaraan. Bunyi pasal tersebut adalah: suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).

Bus Antar Kota

Penampakan bus antar kota berbunyi telolet (Foto: Dok. komunitas bus mania)
Agar tak ada pihak yang dirugikan dalam hal ini, komunitas Bismania mengimbau agar sopir bus tak meladeni permintaan anak-anak yang ingin merekam suara telolet. Kalaupun ingin membunyikan klakson, sewajarnya saja.

Suara klakson yang diizinkan paling rendah 83 desibel, paling tinggi 118 desibel.

- PP Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan-

"Usul saya sih mungkin imbauan ke arah kru dan pengemudi perusahaan bus, enggak usah diladeni anak-anak yang minta dibunyikan klakson. Kalaupun mau membunyikan yang sewajarnya saja. Kalau enggak direspons, anak-anak ini kan lama-lama bosan juga," ucap Arief.


NewsTeloletTransportasiMegapolitan

500

Baca Lainnya