• 2

Kota Bima Tanggap Darurat 14 Hari Akibat Hujan dan Banjir Besar

Kota Bima Tanggap Darurat 14 Hari Akibat Hujan dan Banjir Besar



Banjir Setinggi 2 Meter Terjang NTB

Dua warga bertahan di tengah rendaman banjir di NTB (Foto: Dokumentasi BNPB)
Hujan lebat yang meluas di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, menyebabkan debit sungai Paruga naik hingga menyebabkan banjir besar dan menggenangi permukiman penduduk. Akibat bencana ini, Wali Kota Bima, Qurais Abidin, menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.
"Telah dilakukan rapat koordinasi pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Banjir Kota Bima dan penetapan status keadaan darurat yang dipimpin Wali Kota Bima. Masa tanggap darurat ditetapkan selama 2 minggu dari 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/12).
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan penduduk, aliran listrik juga dipadamkan mulai pukul 12.00 WITA. Penanganan darurat pasca banjir juga terus dilakukan.

Banjir Setinggi 2 Meter Terjang NTB

Banjir setinggi 2 meter terjang NTB merendam ribuan rumah. (Foto: Dokumen BNPB)
"PLN telah memberitahukan kepada Kepala BPBD bahwa pasokan listrik ke Kota Bima untuk sementara dipadamkan karena banjir sudah mulai masuk ke Gardu Induk Bima," jelas Sutopo.
Daerah yang dilanda banjir di 2 kabupaten tersebut meliputi Jatiwangi, Rabasalo, Paruga, Tanjung dan Dara. Jembatan Padolo yang mengalami miring di bagian ujung menyebabkan akses jalan ditutup.

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir

Gubernur NTB, M Zainul Majdi bersama warga di Bima yang terkenda banjir. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/ kumparan)
BPBD Kota Bima melaporkan 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang dan 16.226 rumah rusak ringan akibat bencana banjir tersebut. Belum ada laporan korban meninggal dunia.
"BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional posko dan personel. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat, baik bantuan pendanaan, logistik, peralatan, manajerial dan tertib administrasi," ujarnya.

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir

Gubernur NTB, M Zainul Majdi mengunjungi salah satu rumah yang terkena banjir. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/ kumparan)
Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, juga menyerahkan bantuan berupa 1.100 dus mi instan, 1.100 dus air mineral, 50 dus biskuit, 480 paket lauk-pauk, 480 lembar terpal, 480 buah matras dan 480 buah selimut serta 3 ton beras.

593 Rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang dan 16.226 rumah rusak ringan akibat bencana banjir

- BPBD Kota Bima-


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, pakaian, selimut, air bersih, air mineral, tenda, matras, pelayanan medis dan obat-obatan, peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, sekop dan lainnya untuk membersihkan lumpur," kata Sutopo.

Breaking NewsNewsBanjir

500

Baca Lainnya