• 3

Kronologi Hilangnya Kapal Filipina saat Dikawal TNI AL ke Melonguane

Kronologi Hilangnya Kapal Filipina saat Dikawal TNI AL ke Melonguane



KRI Layang

KRI Layang yang hilang (Foto: Indomiliter)

Kepala Dinas Penerangan Armada Timur (Kadispenarmatim) TNI AL, Letkol Laut Maman Sulaeman, menjelaskan kronologi hilangya Kapal Ikan Asing (KIA) Nurhana berbendera Filipina yang hilang kontak di Kepulauan Talaud, Maluku Utara. Kapal itu hilang saat dikawal menuju pangkalan TNI AL yang berada di Melonguane, sebuah kawasan di Kepulauan Talaud.
KIA Nurhana ditangkap oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Layang-635 dengan komandan Mayor Laut (P) Agus Susatya. KRI Layang-635 saat itu sedang melaksanakan Operasi Siaga Yudha 16 yang melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Filipina.
Berikut kronologi hilangnya kapal itu dan 4 anggota TNI yang mengawalnya, Jumat (23/12):

11 Desember
KRI Layang menuju daerah operasi dalam keadaan siap dan cuaca berdasarkan BMKG cukup baik.

KRI Fatahillah 361

KRI Fatahillah 361 sandar di PT Dok dan Perkapalan Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak (Foto: Antara)
13 Desember
KRI Layang-635 mendapat kontak secara visual dari jarak 5 km terhadap kapal ikan asing berbendera Filipina. Pukul 17.15 WIT KRI Layang langsung memeriksa kapal tersebut dan didapatkan KIA Nurhana ini membawa 24 WNA Filipina dan tak membawa muatan atau dokumen yang lengkap.
KIA Nurhana kemudian dikawal menuju pangkalan TNI AL Melonguane dengan data tambahan bahwa kawalan mampu bertahan selama 4,5 hari dengan kecepatan 5-8 knots.
Tim kawal KRI Layang-635 diketuai Letda Laut Faisal Dwi Andarta, terdiri dari 4 orang yang membawa 2 pucuk senjata laras panjang, 4 magasen dan 60 butir amunisi tajam. Rencananya kapal akan tiba di Lanal Melonguane pada 15 Desember pukul 12.00 WIT.
21 ABK kapal Nurhana dipindahkan ke KRI Layang-635 serta tersisa 3 orang, yakni juru mudi, juru masak dan KKM untuk dikawal menuju pangkalan terdekat. Tim kawal sendiri diminta untuk melaporkan situasi pada posisi dan halu setiap tiga jam sekali.

14 Desember
Pukul 06.00 WIT KRI Layang-635 kehilangan kontak dengan tim kawal yang berada di KIA Nurhana. KRI Layang-635 terus melakukan komunikasi sampai dengan pukul 10.30 WIT. Saat itu kondisi cuaca mulai berkabut ditambah laut yang berombak dan hujan.

4 Anggota TNI AL

Letda Laut Faisal Dwi A.R asal Jakarta (Foto: Dok. Armatim TNI AL)
Pukul 17.15 WIT KRI layang kembali berkomunikasi dengan tim kawal, namun posisi kapal kawal tak dapat diterima denga baik dan jelas.

15 Desember
KRI Layang-635 terus melakukan pencarian dengan menyisir arah timur laut dari Kepulauan Talaud dengan maneuver zig-zag. Pukul 12.00 WIT mengubah sektor pencarian menuju arah tenggara secara zig-zag dengan pertimbangan kapal kawalan memiliki kendala untuk mengambil track langsung menuju Melonguane. Karena cuaca buruk, KRI Layang mengubah pencarian ke arah barat.
16 Desember
KRI Layang-635 berkoordinasi dengan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Guspurlatim) menggerakan Pesud P-850 untuk melakukan pencarian dari udara dan KRI Ahmad Yani-351 untuk mendukung pencarian dan pengisian bahan bakar kepada KRI Layang. Sampai dengan 13.30 WIT Pesud P-850 bertolak dari Manado menuju utara Morotai dengan sector pencarian 90 x 35 Nm namun belum membuahkan hasil.

17 Desember
Pukul 13.00 WIT KRI Layang-634 menuju Morotai untuk melaksanakan dukungan kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan, sedangkan KRI Ahmad Yani melaksanakan pencarian dengan luas sektor 170 x 30 Nm di selatan. Rencana track tim kawal dengan hasil yang masih sama. KIA Nurhana belum bisa ditemukan.

TNI ALNewsKapal Laut

500

Baca Lainnya