• 0

Mabes Polri: 'Om Telolet Om' Boleh, Tapi Harus Tertib Berlalu Lintas

Mabes Polri: 'Om Telolet Om' Boleh, Tapi Harus Tertib Berlalu Lintas



Ilustrasi Telolet

'Om telolet om' dari Indonesia jadi trending topic dunia. (Foto: Bagus Permadi)
Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul berbicara mengenai fenomena 'Om Telolet Om' yang saat ini tengah digandrungi masyarakat, khususnya anak muda. Dia setuju apabila aktivitas ini dianggap sebagai bentuk ekspresi diri. Namun Martinus mengingatkan supaya ajang eksistensi diri ini tak mengakibatkan terjadinya pelanggaran hukum dan lalu lintas.
"Fenomena ini dipersilakan, tapi akan diedukasi bagaimana telolet ini suaranya jangan sampai keras. Ingat bahwa kecelakaan itu diawali dengan sebuah pelanggaran. Tegasnya, kita harus bisa menjaga ketertiban lalu lintas," ujar Martinus dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Jumat (23/12).

Bus Antar Kota

Waktu pengukuran di garasi bis oleh dishub dan polres (Foto: dok. Bus mania)
Terkait ketinggian desibel klakson, pemerintah sebenarnya telah mengatur dalam Pasal 69 PP Nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan, di mana ambang batas paling rendah adalah 83 desibel dan tertinggi 118 desibel. Sementara untuk klakson bus, Dinas Perhubungan telah mengkuur dan hasilnya sekitar 92-93 desibel.
"Namun masih akan diukur berapa sebenarnya. Korlantas sendiri akan melakukan pengukuran sebagai pembanding. Bukan berarti ingin membandingkan supaya beda pendapat, namun ingin menyingkronkan pendapat. Karena bila melebihi ambang batas, bisa dilakukan penegakan hukum. Itu bisa dua, tilang maupun teguran," kata Martinus.

Anak-anak Pengejar Telolet

Anak-anak di kawasan Terminal Kalideres mencari bus yang memiliki suara klakson khas yg berbunyi "telolet" (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Martinus mengatakan penegakan hukum ini bertujuan untuk mencegah agar tak terjadi kecelakaan, dan tentu saja untuk melindungi pengguna jalan.
"Penegakan hukum menjadi landasan filosofi dan edukasi supaya masyarakat memahami adanya aturan. Bagi telolet sendiri, akan dilakukan upaya persuasif, dilihat dulu, di patroli anak-anak itu jangan sampai jadi korban," jelasnya.

Breaking NewsNewsTeloletTransportasiPolisi

500

Baca Lainnya