• 1

Manantiang Piriang, Atraksi Unik Tukang Hidang di Restoran Padang

Manantiang Piriang, Atraksi Unik Tukang Hidang di Restoran Padang



Manantiang Piriang

Manantiang Piriang merupakan sebuah atraksi menumpuk piring berisi lauk oleh pramusaji di restoran Padang (Foto: Marcia Audita)
Selain dikenal dengan cita rasa kulinernya yang menggugah selera, rumah makan Padang rupanya menyajikan sebuah atraksi unik untuk menghibur pengujung yang datang. Namanya manantiang piriang.
Manantiang Piriang merupakan sebuah keterampilan yang dimiliki oleh tukang hidang, sebutan bagi pramusaji di rumah makan Padang, dengan menghidangkan makanan dengan menumpuk piring-iring berisi berbagai jenis lauk.
Tak semua pramusaji memiliki keterampilan ini. Karena untuk menguasai tekniknya, si pramusaji yang ingin menjadi tukang hidang harus terus belajar dan berlatih.
"Ini bisa saya sebut sebagai skill, sebagai bakat, karena tidak semuanya bisa. Bahkan di resto ini cuma saya dan tukang hidang lainnya yang mampu melakukannya karena memang butuh belajar," ujar Ahmad, tukang hidang di Rumah Makan Sederhana kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2016).

Rumah Makan Sederhana

RM Sederhana merupakan salah satu rumah makan Padang berskala besar yang tersebar di Jakarta (Foto: Nicha Muslimawati)

Ahmad tak menjelaskan berapa lama dia berlatih manantiang piriang sehingga dia bisa menjadi seorang tukang hidang. Namun dia mengaku telah berprofesi sebagai tukang hidang selama 8 tahun lamanya.
"Keterampilan ini tidak main-main. Kalau piring jatuh bukan hanya restonya yang malu, tapi saya sebagai tukang hidang malu, karena budaya Minang ternyata berada di tangan orang yang salah," ujarnya sambil tertawa.
Sebagai tukang hidang, biasanya sebelum resmi bekerja mereka dilatih terlebih dahulu selama beberapa bulan. Menurut Ahmad, tak hanya rasa dari makanan, penyajian makanan dengan cara manantiang piriang menjadi budaya penting bagi sebuah rumah makan di Minangkabau.
"Semua bertumpu pada Tukang Hidang. Kehebatan sebuah restorang Minang terletak pada seberapa banyak tumpukan piring yang bisa dijangkau dalam satu tangan, semakin banyak semakin baik. Itu semua memang sudah tradisi turun-temurun untuk memikat pelanggan, tutur Ahmad.

Keterampilan ini tidak main-main. Kalau piring jatuh bukan hanya restonya yang malu, tapi saya sebagai Tukang Hidang malu, karena budaya Minang ternyata berada di tangan orang yang salah

- Ahmad


Teman Ramadhan Kamu

ramadhan

Tanya kumparan

ramadhan

Berbagi Kebaikan

ramadhan

Tips Ramadhan

ramadhan

Masak Kilat

ramadhan

Seleb Hijab


UnikSosial

500

Baca Lainnya