• 0

Menhub Minta Aktivitas Om Telolet Om Tak Dilakukan di Jalan Raya

Menhub Minta Aktivitas Om Telolet Om Tak Dilakukan di Jalan Raya



Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, deklarasi anti pungli (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak melarang aktivitas masyarakat yang ingin merekam suara klakson bus, atau yang saat ini dikenal dengan istilah 'Om Telolet Om'. Dia meminta agar warga yang ikut serta memeriahkan fenomena ini untuk lebih berhati-hati.
“Saya bukan melarang, saya pribadi juga senang musik dan juga senang nada klakson telolet. Yang saya imbau itu jangan di jalan raya karena itu bahaya," ujar Budi di sela-sela Apel Gelar Pasukan Kepolisian Terpusat Lilin 2016 di silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/12).

Bus Antar Kota

Penampakan bus antar kota yang berklakson telolet (Foto: Dok. kumunitas bus mania)
Budi mengakui kegiatan tersebut adalah hasil kreativitas masyarakat yang luar biasa. Meski begitu dia mengingatkan agar aktivitas itu dilakukan di tempat aman sehingga tak menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
"Kalau di tempat lain boleh, misalnya di terminal bus, jadi tempatnya harus benar, kalau (bus) pada saat diparkir itu bagus sekali,” jelasnya.
00:00:00/00:00:00

Bus Antar Kota

Fenomena 'Om Telolet Om' yang sedang tren saat ini mengacu pada bunyi klakson bus antarkota atau antarprovinsi di Indonesia. Bunyi klakson ini tentu saja sudah melewati proses modifikasi sehingga menimbulkan suara unik seperti telolet telolet.

Saya bukan melarang, saya pribadi juga senang musik dan juga senang nada klakson telolet. Yang saya imbau itu jangan di jalan raya karena itu bahaya

- Budi Karya Sumadi-

Suara klakson diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55/2012 tentang Kendaraan. Isinya adalah suara klakson paling rendah 83 desibel, paling tinggi 118 desibel.


NewsTransportasiTelolet

500

Baca Lainnya