• 1

Menlu Retno Minta Dunia Internasional Pikirkan Kelangsungan Nasib Muslim Rohingya

Menlu Retno Minta Dunia Internasional Pikirkan Kelangsungan Nasib Muslim Rohingya


Kamp pengungsian Rohingya

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat mengunjungi kamp pengungsian Rohingya (Foto: Rini Friastuti)

Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi mengunjungi kamp pengungsi Kutupalong di Ukhiya, Cox, Distrik Bazar,S yang berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Kunjungan Menlu ke kamp penungsi tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi pengungsi Muslim Rohingya di perbatasan.
“Kondisi para pengungsi cukup memprihatinkan, masyarakat internasional harus dapat lakukan lebih untuk membantu para pengungsi”, ujar Menlu Retno dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima kumparan, Selasa (20/12).

Kamp pengungsian Rohingya

Menlu RI Retno L. Marsudi kunjungi kamp pengungsian Rohingya (Foto: Rini Friastuti)

Retno merupakan menlu pertama yang mengujungi kamp pengungsi sejak meningkatnya ketegangan di Rakhine State yang terjadi sejak 9 Oktober lalu. Di kamp, Retno mendengarkan pengalaman para pengungsi mengenai perjalanan mereka hingga sampai di kamp tersebut.

“Dari cerita dan pengalaman para pengungsi, terlihat kompleksitas permasalahan di Rakhine State. Namun demikian, apapun penyebab mereka hadir di kamp Kutupalong, mereka hidup dengan kondisi yang sangat minim, dan sebagai sesama manusia kita harus berupaya lebih keras lagi untuk membantu mereka”, kata Retno.
Selain bertemu dengan pengungsi, Retno juga meninjau tempat tinggal sementara serta rumah ibadah yang disediakan. Ada sekitar 19 ribu pengungsi di kamp itu.

Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya (Foto: AP Photo/S. Yulinnas)
Kepada menlu Bangladesh, AH Mahmood Ali, Retno kembali menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara Bangladesh dan Myanmar dalam mengatasi masalah pengungsi di perbatasan.

Langkah yang sedang dilakukan pemerintah Myanmar untuk penyelesaian masalah di Rakhine State harus selalu didukung

- Retno L Marsudi-

"Keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, baik dari pemerintah Bangladesh, UNHCR, serta negara lainnya menjadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Sehingga langkah yang sedang dilakukan pemerintah Myanmar untuk penyelesaian masalah di Rakhine State harus selalu didukung," ucap Retno.

Breaking NewsNewsRohingya

500

Baca Lainnya