kumparan
1 Nov 2017 12:32 WIB

Anggota Wantimpres Puji Fasilitas Canggih Milik Cyber Crime Polda

Wantimpres dan Rembug Nasional di Polda (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Perwakilan dari Wantimpres, Kemenkominfo, dan peserta Rembug Nasional 2017, melakukan kunjungan ke Cyber Crime Polda Metro Jaya. Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dalam kunjungannya tersebut memuji kinerja Cyber Crime Polda Metro Jaya. 
ADVERTISEMENT
"So far kinerja dari Cyber Crime Polda sangat profesional. Mereka punya database yang cukup canggih, teknologi bagus, SDM bagus. Mereka orang-orang yang terlatih. Kalau saya cerita, waduh, ternyata tiap titik jaringannya luar biasa. Semua terbuka," ungkap Sidarto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/11).
Ia menyebutkan, kedatangannya tersebut untuk melakukan peninjauan terkait masalah-masalah yang berkaitan dengan kejahatan siber. Ia juga memastikan akan ada pengarahan dari pihak pemerintah ke kepolisian terkait kasus pornografi.
"Semua kejahatan akan di-enforce oleh penyidik. Saya kaget alat-alatnya canggih, ditangani oleh orang-orang terlatih, generasi muda ini makin canggih," tambah Sidarto.
Namun, Sidarto enggak menyebutkan data apa saja yang ia dapati saat melakukan peninjauan ke dalam. Menurutnya, memang ada beberapa data yang hanya bisa dibuka oleh pihak kepolisian saja.
ADVERTISEMENT
"Banyak hal yang saya sendiri enggak bisa buka. Karena yang bisa buka hanya pimpinan polisi. Banyak hal yang enggak bisa saya liat," tambahnya.
Selain Sidarto, turut hadir salah satu ketua tim Rembug Nasional 2017, Kartika Djoemadi, serta Staf Ahli Menkominfo bidang Hukum, Henry Subianto. 
Kartika juga memuji fasilitas tersebut. "Kami sangat terkesan ternyata Cyber Crime Polda Metro Jaya telah memiliki tools atau alat-alat canggih yang bisa mendeteksi big data sampai level yang detail yang bisa bantu pemerintah Indonesia untuk menangkal radikalisme dan lain-lain yang masuk ranah kejahatan cyber," ungkap Kartika.
Ia juga menyebutkan, database cyber crime seharusnya diintegrasikan dengan beberapa kementerian dan lembaga. Sehingga, bisa membantu kepolisian untuk melacak pelaku-pelaku kejahatan cyber.
Sidarto Danusubroto (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
"Kami juga melihat, saat ini kepolisian khususnya cyber crime hanya kerja di hilir saja. Ini sangat melelahkan dan kami berharap penanganan di wilayah hulunya juga dilakukan," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, jika penanganan kejahatan cyber hanya dilakukan di hilir saja, sebetulnya tidak banyak membantu. Ia juga menambahkan, harus ada penanganan insentif yang dilakukan kepolisian untuk menangani kejahatan dari hulu.
"Jadi pengolahan data dan diseminasi dari hulunya juga harus ditata dan dikelola dengan baik. Makanya itu perlu political will untuk membuat regulasi yang baik agar ada gateway yang tidak terlalu terbuka, sehingga kejahatan cyber dan radikalisme bisa dicegah agar tidak masuk ke Indonesia," tambahnya.
Koreksi: Sebelumnya berita ini berjudul "Pemerintah Puji Fasilitas Canggih Milik Cyber Crime Polda". Penambahan isi berita terletak pada wawancara dengan anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan