kumparan
search-gray
News9 Juli 2017 15:11

Sebelum Pasang Bendera ISIS di Polsek, Pelaku Sempat Latihan Fisik

Konten Redaksi kumparan
Bendera ISIS
Foto Ilustrasi Bendera ISIS (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
Ghilman Omar Harridhi (20), pelaku pemasangan bendera ISIS di depan Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berhasil ditangkap pihak kepolisian 7 Juli lalu. Kepada polisi dia mengaku sempat melakukan sejumlah latihan fisik sebelum memberanikan diri memasang bendera kelompok ekstremis itu.
ADVERTISEMENT
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto, dalam keterangannya, Minggu (9/7) mengatakan, Ghilman sudah berbaiat (mengucapkan sumpah setia) atas kehendak sendiri pada ISIS sejak pertengahan tahun 2017.
"Dia berbaiat pada ISIS secara sendiri pada pertengahan 2017, dengan teks yang diperolehnya dari group telegram 'Khilafah Islamiyah," ujar Rikwanto.
Setelah berbaiat, mulailah Ghilman melatih fisiknya seorang diri, dengan tujuan mempersiapkan diri apabila sewaktu waktu harus melaksanakan jihad.
"Kemudian sempat melakukan i'dad (mempersiapkan kekuatan) dengan memanah, dengan panah dan busur panah yang dimilikinya. Maksud dari i'dad tersebut adalah agar tubuh selalu siap untuk melakukan jihad pada kapanpun, yang juga dianjurkan pada group group telegram yang diikutinya," jelas Rikwanto.
Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, ini sudah mengikuti pemahaman radikal tersebut dari dunia maya, sejak tahun 2015. Salah satunya dari beberapa grup telegram, seperti Manjanik, Ghuroba, UKK, dan Khilafah Islamiyah.
ADVERTISEMENT
"Dia juga diketahui membeli salah satu buku dari Oman Abdurrahman secara online," kata Rikwanto.
Ghilman ditangkap pada tanggal 7 Juli sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar Jalan H Nurisan, Kebayoran Lama. Saat ini pria 20 tahun tersebut sedang diamankan di Mapolsek Kebayoran Lama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white