Pencarian populer

Usai Dites Kejiwaan, Pimpinan Saracen Dinyatakan Sehat

Situs Saracen (ilustrasi) (Foto: Thinkstock)
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah memeriksa kejiwaan Jasriadi, pimpinan grup penyebar kebencian, Saracen. Dari hasil kejiwaan yang dilakukan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, 27 September lalu, Jasriadi dinyatakan sehat.
ADVERTISEMENT
"Pada pemeriksaan saat ini, terperiksa tidak didapatkan gejala gangguan jiwa yang bermakna yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari," kata Kasubdit I Dittipid Siber, Kombes Irwan Anwar, saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Senin (2/10).
Irwan mengatakan, Jasriadi dianggap mampu memahami risiko yang telah ia lakukan sebelumnya. Sehingga, penyelidikan untuk kasusnya akan terus dilanjutkan hingga seluruh berkas selesai diperiksa.
"Terperiksa menyadari serta mampu memahami nilai dan risiko tindakannya," lanjutnya.
Sehingga secara otomatis, pihak kepolisian kembali melakukan penahanan kepada Jasriadi di rumah tahanan Bareskrim Polri di Polda Metro Jaya.
"Masuk ke sel lagi, ke rumah tahanan Bareskrim Polri," terang Irwan.
Perlu diketahui, Jasriadi ketika dimintai keterangan oleh penyidik selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah, sehingga penyidik harus melakukan tes kejiwaan kepada yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
Dalam kasus Saracen sejauh ini, pihak kepolisian telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah JAS, SR, MFT, dan MAH. Terakhir, AD juga dikabarkan menyuplai uang 75 juta rupiah kepada kelompok Saracen tersebut. Sementara berkas SR atau Sri Rahayu, telah selesai diperiksa oleh polisi. Kasus Sri pun akan segera disidangkan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81