• 0

WN Mesir 3 Hari Ditampung Warga Kalideres Setelah Dicopet di Bus

WN Mesir 3 Hari Ditampung Warga Kalideres Setelah Dicopet di Bus



WNA asal Mesir

Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin bersama dengan petugas. (Foto: Istimewa)
Seorang warga negara Mesir ditampung di rumah warga selama 3 hari di sekitar kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Pria bernama Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin mengaku kecopetan di dalam bus yang membawanya dari Dumai, Riau, ke Jakarta.
Kasi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Salamun Maryadi, menceritakan, awalnya dia mendapat telepon dari warga sekitar terminal bahwa ada warga Mesir yang sudah ditampung warga selama 3 hari.
"Lalu saya minta anak buah saya untuk ke sana untuk menjemput pria ini," ujar Salamun kepada kumparan, Minggu (25/12).

WNA asal Mesir

Tamed Mohamed Kamal Diaaeldin, asal Mesir, korban copet di Terminal Kalideres. (Foto: Istimewa)
Kepada petugas yang menjemputnya, Tamed mengaku datang dari Malaysia menggunakan bus. Tujuannya adalah untuk bertemu dengan temannya yang berada di NTB. Dia lalu transit di Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke NTB.
"Tapi di dalam bus dari Dumai menuju Jakarta dia mengaku dicopet, sehingga HP dan dompet berisi uang hilang. Yang tersisa hanya paspor dan koper berisi pakaian," kata Salamun.
Erwin, petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) yang menjemput Tamed mengatakan, setelah dicopet Tamed turun dari bus di sekitar kawasan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. "Kemungkinan dia jalan kaki hingga Kalideres karena sudah kehabisan uang," jelas Erwin.
Setelah berjalan cukup jauh, pria 33 tahun ini akhirnya kelelahan. Sehingga begitu tiba di sekitar kawasan Terminal Kalideres, dia memberanikan diri untuk meminta air minum ke sebuah warung.
"Di sana dia ditanya warga, dan mengaku kalau dia kecopetan di dalam bus. Sama warga sekitar sana akhirnya ditampung selama 3 hari, sebelum akhirnya kami dihubungi, lalu kami jemput," kata Erwin.
Saat ini pria itu telah ditampung di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya I, Kedoya, Jakarta Barat. Dia akan diantar ke tempat temannya di NTB dalam jadwal pemulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) pada Selasa, 27 Desember.
"Kemungkinan dia akan ikut bersama bus pemulangan PMKS hari Selasa besok. Untuk sementara dia ditampung dulu di PSBI Bangun Daya I," ujar Erwin yang mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Tamed karena perbedaan bahasa.

Breaking NewsNewsMegapolitanSosial

500

Baca Lainnya