• 7

WNI Asal Medan Jadi Korban Penyiksaan Majikan di Malaysia

WNI Asal Medan Jadi Korban Penyiksaan Majikan di Malaysia



Ilustrasi Penyiksaan, Siksa

Ilustrasi penyiksaan. (Foto: Ondrooo/Thinkstock)
Seorang pekerja asal Indonesia menjadi korban kekerasan majikan di Malaysia. Dia ditemukan dalam keadaan tubuh penuh luka di jalanan kota Selangor.
Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno mengatakan wanita bernama Suyanti binti Sutrisno ini ditemukan dalam keadaan pingsan pada 21 Desember lalu di pinggir jalan. Wajah wanita asal Medan ini penuh lebam.
"WNI atas nama Suyanti binti Sutrisno (19) asal Kisaran, Medan, ditemukan pingsan di pinggir jalan, lalu dilarikan ke RS PPM di Kuala Lumpur tanggal 21 Desember lalu," ujar Herman kepada kumparan, Senin (26/12).
Begitu mengetahui Suyanti merupakan WNI, pihak rumah sakit lalu menghubungi KBRI. Satgas yang mendapatkan laporan langsung mendatangi rumah sakit dan meminta keterangan pada Suyanti.
"Dari hasil wawancara, diketahui masuk ke Malaysia tanggal 7 Desember melalui Tanjung Balai ke Pelabuhan Klang. Dia dijemput seorang agen bernama Ruby dan langsung diantar ke rumah majikan, seorang wanita Melayu pada tanggal 8 Desember," jelas Herman.
Herman mengatakan Suyanti masuk ke Malaysia menggunakan agen tak resmi. "Memakai agen, tetapi jalur tidak resmi . Tidak melalui prosedur BNP2TKI," kata dia.
Herman belum menjelaskan tentang identitas lengkap majikan yang menampung Suyanti. Namun setelah lebih kurang dua minggu bekerja, tanggal 21 Desember Suyanti lari dari rumah majikannya setelah mendapat sejumlah ancaman.
"Saat itu di sekujur tubuh korban ada tanda-tanda bekas kekerasan," kata Herman.
Kepolisian daerah Petaling Jaya telah memeriksa Suyanti dan majikannya. Belum diketahui penyebab pasti penyiksaan tersebut, namun Herman memastikan kasus ini akan dikawal hingga ke pengadilan.

Di sekujur tubuh korban ada tanda-tanda bekas kekerasan

- Herman Prayitno-


"Polisi telah memeriksa korban dan juga telah menangkap majikan. Tim Satgas akan mengawal kasus ini di Pengadilan dan berharap jaksa menuntut majikan dengan hukumanan yang setimpal," kata Herman.
Sementara ini korban sudah ditampung di shelter KBRI untuk menunggu sidang.

Penyiksaan TKINewsTKIMalaysiaPenyiksaan

500

Baca Lainnya