Konten dari Pengguna

Ulserasi: Penyebab dan Penanganan yang Tepat

Rizky Ega Pratama
Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
8 Januari 2026 14:20 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Ulserasi: Penyebab dan Penanganan yang Tepat
Ulserasi merupakan masalah kulit yang bisa terjadi pada siapa saja. Pelajari lebih lanjut tentang ulserasi dalam artikel ini.
Rizky Ega Pratama
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi luka terbuka. Foto: Alena Ivochkina/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi luka terbuka. Foto: Alena Ivochkina/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ulserasi kulit terjadi ketika ada luka terbuka yang tidak sembuh-sembuh dan bahkan bisa memburuk seiring waktu. Kondisi seperti ini bisa menimpa siapa pun, baik anak, dewasa, maupun lansia. Untuk mencegah masalah bertambah parah, perlu diketahui apa saja penyebab, gejala, serta penanganan yang tepat.
ADVERTISEMENT

1. Apa Itu Ulserasi?

Pengertian Ulserasi

Menurut Jean L. Bolognia dkk dalam buku Dermatology, ulserasi adalah luka terbuka pada permukaan kulit yang disebabkan oleh hilangnya jaringan epidermis dan sebagian dermis, sehingga luka ini kerap dalam dan menyebabkan rasa nyeri signifikan. Ulserasi sering menjadi tanda adanya gangguan serius di tubuh.

Perbedaan Ulserasi dengan Luka Biasa

Luka biasa di kulit umumnya sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu, terutama jika kebersihan tetap terjaga dan tidak ada infeksi. Sebaliknya, ulserasi cenderung menetap, dalam, tepi tidak rata, dan proses penyembuhannya membutuhkan waktu lama karena faktor penyebab dasar belum teratasi.

2. Penyebab Ulserasi pada Kulit

Faktor Infeksi sebagai Penyebab Ulserasi

Infeksi bakteri (seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes) sering menimbulkan ulserasi, terutama di area kulit yang sering tertutup atau lembab. Contoh sehari-hari yang mudah ditemukan adalah luka kaki akibat infeksi bakteri pada penderita diabetes.
ADVERTISEMENT

Penyebab Non-Infeksi

Beberapa penyebab ulserasi non-infeksi yang sering ditemui meliputi:

Kondisi Medis yang Memicu Ulserasi

Ulserasi rentan terjadi pada individu dengan kondisi medis kronis, seperti:

3. Gejala dan Ciri-ciri Ulserasi

Tanda Klinis Ulserasi pada Kulit

Tanda ulserasi yang mudah dikenali antara lain:
ADVERTISEMENT

Perbedaan Gejala Ulserasi Akut dan Kronis

4. Diagnosis dan Pemeriksaan Ulserasi

Proses Pemeriksaan Fisik oleh Dokter

Saat proses pemeriksaan pada penderita ulserasi, dokter akan menilai:

Pemeriksaan Penunjang

Beberapa pemeriksaan pelengkap yang kerap dilakukan:
ADVERTISEMENT

5. Penanganan Ulserasi Berdasarkan Penyebab

Penatalaksanaan Ulserasi akibat Infeksi

Jika infeksi menjadi penyebab, dokter biasanya akan:

Penanganan Ulserasi Non-Infeksi

Penanganan berfokus pada mengatasi penyebab utama, antara lain:

Perawatan Luka dan Pencegahan Komplikasi

Prinsip dasar perawatan luka ulserasi meliputi:
ADVERTISEMENT

6. Pencegahan dan Edukasi Pasien tentang Ulserasi

Langkah Pencegahan Ulserasi pada Risiko Tinggi

Berikut beberapa upaya yang sangat disarankan:

Edukasi Perawatan Mandiri bagi Pasien

Penting bagi pasien untuk belajar merawat luka mandiri, seperti:

7. Kapan Harus ke Dokter?

Berikut ini tanda-tanda yang harus segera dikonsultasikan ke dokter:
ADVERTISEMENT