Konten dari Pengguna

Zoonosis: Pengertian, Jenis, Mekanisme Penularan, dan Pencegahannya

Rizky Ega Pratama
Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
9 Januari 2026 11:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Zoonosis: Pengertian, Jenis, Mekanisme Penularan, dan Pencegahannya
Hewan dapat menularkan penyakit tertentu ke manusia. Inilah yang disebut zoonosis. Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.
Rizky Ega Pratama
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Zoonosis. Foto: Kateryna Kon/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Zoonosis. Foto: Kateryna Kon/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Zoonosis adalah infeksi yang berpindah dari hewan ke manusia dan sering berkaitan dengan perubahan lingkungan, urbanisasi, atau interaksi intensif antara manusia dan hewan peliharaan maupun liar. Wabah flu burung dan rabies adalah contoh nyata zoonosis yang pernah memengaruhi masyarakat dunia.
ADVERTISEMENT

1. Apa Itu Zoonosis?

Pengertian Zoonosis

Dikutip dari laman WHO, zoonosis adalah infeksi yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia. Definisi ini juga menegaskan pentingnya membedakan transmisi alami (bukan eksperimen laboratorium) dan melibatkan berbagai jenis hewan, termasuk hewan peliharaan, unggas, hingga hewan liar.

Pentingnya Memahami Zoonosis

Tingginya aktivitas pertanian, perdagangan hewan, serta penebangan hutan memperbesar peluang terjadinya zoonosis. Dengan memahami rute penularan dan penyebabnya, masyarakat dapat lebih siap mencegah serta merespons secara cepat jika terjadi wabah.

2. Jenis-Jenis Penyakit Zoonosis

Klasifikasi Zoonosis Berdasarkan Penyebab

Zoonosis dapat digolongkan berdasarkan penyebab infeksinya:
ADVERTISEMENT

Contoh Penyakit Zoonosis

Di lingkungan sehari-hari, rabies terbukti menular dari gigitan anjing terinfeksi. Sedangkan leptospirosis sering muncul saat banjir akibat air tercemar urine tikus yang masuk ke dalam luka kulit. Toksoplasmosis juga kerap terjadi pada ibu hamil setelah membersihkan kotoran kucing tanpa pelindung.

Penyakit Zoonosis Prioritas di Indonesia

Rabies, leptospirosis, dan flu burung merupakan penyakit zoonotik dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Ketiga penyakit ini dilaporkan menyebabkan kematian dan merepotkan sistem kesehatan masyarakat.

3. Mekanisme Penularan Zoonosis

Cara Penularan dari Hewan ke Manusia

Penularan terjadi melalui berbagai rute, di antaranya:

Faktor Risiko yang Mempercepat Penularan

Tingginya populasi hewan liar di sekitar permukiman, kebiasaan mengonsumsi daging mentah, hingga lingkungan kumuh tanpa pengelolaan limbah tepat meningkatkan risiko zoonosis. Budaya berburu atau kontak intensif dengan satwa liar juga berkontribusi dalam peningkatan kasus.
ADVERTISEMENT

Dampak Penularan Zoonosis terhadap Kesehatan Masyarakat

Wabah zoonosis bisa mengakibatkan kematian, beban ekonomi karena pengobatan, gangguan sosial, serta kekhawatiran publik yang luas akan keamanan pangan dan lingkungan.

4. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis

Langkah-Langkah Pencegahan Zoonosis di Lingkungan Sekitar

Pencegahan efektif dilakukan dengan:

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengendalian Zoonosis

Pemerintah perlu menjalankan vaksinasi massal, surveilans penyakit hewan, serta menerapkan regulasi transportasi hewan. Masyarakat bisa ikut memantau kesehatan hewan peliharaan, menjaga sanitasi, dan memberi edukasi pada lingkungan sekitar.

Pentingnya Edukasi untuk Menekan Risiko Zoonosis

Edukasi seputar gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan penting untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sigap mengelola risiko zoonosis.

5. Kesimpulan

Penularan penyakit dari hewan ke manusia bisa dicegah melalui kombinasi tindakan pribadi dan kolektif. Pengawasan hewan, sanitasi, serta edukasi berkelanjutan sangat penting guna menekan potensi munculnya wabah baru.
ADVERTISEMENT
Waspadai kontak langsung dengan hewan liar atau peliharaan tanpa riwayat vaksinasi, konsumsi daging setengah matang, serta beraktivitas di area dengan sanitasi buruk.
Konsultasikan ke dokter jika muncul gejala setelah kontak dengan hewan, selalu berikan vaksin hewan peliharaan, dan terapkan perilaku hidup bersih dalam rutinitas harian.