Tekno & Sains
·
14 September 2021 11:15

Antara PLTS atau Kamu

Konten ini diproduksi oleh Rizky Putri Adelina Harahap
Banyak hal yang kita pertimbangkan dalam memilih sesuatu yang memberikan manfaat kepada kita salah satunya energi dari matahari atau energi yang berasal dari dirimu.
ADVERTISEMENT

Tahukah kalian bahwa negara kita Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan dalam jumlah yang besar?

Kalimat itu sudah pasti tidak kita ragukan lagi, diantaranya energi surya termasuk salah satu sumber energi yang tidak terbatas dan paling banyak kita gunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Di samping itu, karena Indonesia letaknya di khatulistiwa, intensitas matahari perhari berkisar 1200 w/m2.
Antara PLTS atau Kamu (1214906)
searchPerbesar
PLTS Off grid *sumber: unsplash
Kita tahu bahwa sistem PLTS yang diterapkan adalah sistem pembangkit listrik yang tidak terhubung dengan jaringan atau yang disebut PLTS Off grid. Dalam pemanfaatan PLTS sebagai pembangkit tenaga listrik cadangan, daya yang dihasilkan panel surya tidak stabil, sehingga mengkhawatirkan kualitas daya listrik yang dihasilkan PLTS tidak baik.
Sulitnya akses dan mobilisasi ke lokasi tempat menjadikan biaya investasi pengembangan jaringan listrik menjadi besar, sehingga membuat kita ragu untuk memasang PLTS Off grid. Sistem PLTS Off grid ini aman dari polusi atau tidak mencemari udara.
ADVERTISEMENT
Pemilihan sistem PLTS Off grid didasarkan atas pertimbangan beberapa faktor, yaitu pola pemukiman antar rumah yang cukup meyebar, sulit untuk mendapatkan transportasi darat, belum memerlukan integrasi dengan pembangkit lain, kapasitas kecil sehingga mudah di instalasi, harga terjangkau, radiasi matahari dan tidak tergantung terhadap bahan bakar minyak.

Apakah komponen yang kita butuhkan dalam pemasangan PLTS Off grid?

Ada beberapa komponen yang akan kita butuhkan dalam pemasangan PLTS Off grid yaitu:
a. Sel Surya (photovoltaic)
Komponen utama dalam sistem PLTS yang kita butuhkan adalah panel surya rakitan dari beberapa sel surya. Sel surya tersusun dari dua lapisan semi konduktor dengan muatan berbeda. Lapisan atas sel surya itu bermuatan negatif sedangkan lapisan bawahnya bermuatan positif. Sel-sel itu kita pasang dengan posisi sejajar dan seri dalam sebuah panel yang terbuat dari alumunium ataupun baja anti karat yang dilindungi oleh kaca atau plastik.
ADVERTISEMENT
b. Solar Charge Controller
Solar charge controller adalah alat yang kita gunakan untuk mengontrol proses pengisian muatan listrik dari panel surya ke aki dan inverter. Terdapat setidaknya dua jenis solar controller yang biasanya kita gunakan yaitu teknologi PWM (pulse width modulation) dan MPPT (maximum power point tracking). Solar controller PWM akan melakukan pengisian muatan listrik ke aki dengan arus yang besar ketika aki kosong, dan kemudian arus pengisian diturunkan secara bertahap ketika aki semakin penuh. Teknologi ini memungkinkan aki akan terisi dalam kondisi yang benar-benar penuh tanpa menimbulkan ‘stress’ pada aki. Ketika aki penuh solar controller ini akan menjaga aki tetap penuh dengan tegangan float tertentu.
c. Bidirectional Inverter
Bidirectional inverter adalah peralatan elektronik yang berfungsi mengubah arus DC dari modul surya dan baterai menjadi arus AC pada sisi beban. Arus yang dihasilkan panel surya adalah arus DC. Disamping itu jika diperlukan, alat ini bisa dihubungkan dengan diesel generator untuk support pengisisan baterai.
ADVERTISEMENT
d. Baterai
Berdasarkan aplikasinya maka baterai dibedakan untuk automotif, marine dan deep cycle. Deep cycle itu meliputi baterai yang biasa digunakan untuk PV (photovoltaic) dan backup power. Sedangkan secara konstruksi maka baterai dibedakan menjadi tipe basah, gel dan AGM (Absorbed Glass Mat). Baterai jenis AGM biasanya kita kenal dengan VRLA (Valve Regulated Lead Acid). Baterai kering deep cycle dirancang untuk menghasilkan tegangan yang stabil. Penurunan kemampuannya tidak lebih dari 1-2% per bulan tanpa perlu discharge.
Perlu kita ketahui bahwa PLTS Off grid sangat tergantung dari ketersediaan cahaya matahari dalam charging baterai. Sehingga isu peningkatan kontinuitas suplai listrik PLTS Off grid menjadi penting.
Pada sistem Off grid, kita juga harus memperhitungkan kapasitas baterai sebagai cadangan jika kondisi cuaca buruk yang berakibat pada produksi energi sinar matahari kurang optimal. Dengan demikian inin akan meningkatkan investasi baterai menjadi besar. Dengan demikian kapasitas PLTS yang tersedia mengikut kemampuan arus charging panel surya tetap mampu melayani beban untuk setiap siklus tanpa ada pemutusan.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white