• 0

Dari 6-1 Hingga Final di Manchester: Duel-Duel Menarik Milan dan Juve

Dari 6-1 Hingga Final di Manchester: Duel-Duel Menarik Milan dan Juve



AC Milan, Juventus

Pertandingan AC Milan vs Juventus di Stadion San Siro tahun 2016. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Juventus dan AC Milan akan bertemu di laga Piala Super Italia, Kamis (23/12/2016), di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar. Kami menengok ke belakang dan memilihkan beberapa laga menarik di antara kedua kesebelasan.
Piala Super Italia atau Supercoppa Italiana akan mempertemukan kedua klub dengan sejarah kuat di Italia itu. Keduanya merupakan peraih gelar scudetto terbanyak di negara pizza itu. Tak hanya di kancah domestik, mereka juga pernah mengharumkan nama Italia di level Eropa.
Juve bisa dikatakan merupakan kekuatan terbesar di Italia saat ini, terbukti dengan scudetto yang mereka raih lima kali beruntun. Sedangkan Milan, meski dalam beberapa musim terakhir terdampar di papan tengah, kini berhasil tampil impresif dan bertengger di papan atas. Berikut merupakan duel-duel menarik antara Juventus dan Milan di berbagai ajang.
Serie A 1996/1997: Milan 1-6 Juventus

Juventus tampil sangat superior di laga yang digelar di San Siro ini. Padahal di pertemuan pertama yang dihelat di Stadio Delle Alpi, La Vecchia Signora tak mampu mencetak gol ke gawang Milan. Gol cepat Vladimir Jugović di menit 19 menjadi pembuka pesta gol Juve malam itu. Zinedine Zidane menggandakan keunggulan tim tamu setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti dan mengakhiri babak pertama dengan skor 2-0.
Usai turun minum tim, Juve, yang waktu itu dibesut Marcelo Lippi, semakin “menggila”. Gol dari Nicola Amoruso dan Christian Vieri semakin menenggelamkan mental pemain Milan. Terkhusus Vieri, ia berhasil membuktikan kapasitasnya setelah dibeli dari Atalanta di awal musim.
Sementara itu tuan rumah hanya mampu mencetak gol hiburan melalui tembakan first time Marco Simone. Sayangnya gol cantik itu tak cukup untuk menutup enam gol yang bersarang ke gawang Sebastiano Rossi. Hasil 1-6 terpampang di papan skor hingga akhir laga.
Final Liga Champions 2002/2003: Juventus 2-3 Milan (adu penalti)


Pertandingan final Liga Champions yang dilangsungkan di Stadion Old Trafford, Manchester, ini merupakan all-Italian final pertama dalam sejarah. Entah Milan atau Juve, setidaknya Trofi Liga Champions yang dirindukan publik Italia selama tujuh tahun akhirnya bisa diraih.
Kedua tim gencar melakukan serangan, namun penampilan apik Gianluigi Buffon dan Dida membuat skor kacamata bertahan hingga babak tambahan. Hingga akhirnya pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti.
David Trezeguet yang ditunjuk sebagai penendang pertama gagal melakukan tugasnya usai tembakannya terbaca oleh Dida. Di sisi lain Serginho berhasil mengeksekusi penalti dengan baik. Sebenarnya Buffon berhasil mementahkan sepakan Clarence Seedorf dan Kakha Kaladze, akan tetapi duo asal Uruguay, Marcelo Zalayeta dan Paolo Montero, tak mampu menjebol gawang Dida.
Akhirnya Shevchenko yang ditetapkan sebagai algojo terakhir sukses mendaratkan bola dengan mulus ke jala Buffon dan memberikan kemenangan 3-2 untuk Milan. Il Diavolo berhasil meraih gelar juara sekaligus mengubur asa Juve meraih “Si Kuping Besar” untuk ketiga kalinya.
Serie A 2013/2014: Juventus 3-2 Milan


Laga yang berlangsung pada 6 Oktober 2013 ini menjadi salah satu pertandingan yang paling menyakitkan bagi Milan. Ada dua alasan rasional yang menjadi penyebabnya. Pertama, Juve berhasil membalikkan keadaan usai tertinggal lebih dulu. Padahal Sulley Muntari sukses mencetak gol cepat ke gawang Buffon —di menit pertama.
Kedua, gawang Milan dibobol oleh mantan pemainnya sendiri. Ya, tendangan bebas Andrea Pirlo tak dapat dibendung oleh Christian Abbiati. Meski pemain yang dilepas secara cuma-cuma itu tak melakukan selebrasi, gol yang dibuatnya itu menjadi pelecut bagi rekan-rekan setimnya. Secara berurutan Sebastian Giovinco dan Giorgio Chiellini menambah keunggulan Juve.
Muntari berhasil memaksa Buffon untuk kembali memungut bola dari gawangnya, namun itu terlambat. Milan takluk 2-3 dan menjadi kekalahan ketiganya di Serie A dari tujuh laga yang mereka lakoni.
Final Copa Italia 2015/2016: Milan 0-1 Juventus


Setelah 12 tahun lamanya, Milan akhirnya kembali berpeluang untuk meraih gelar juara Coppa Italia. Misi mereka tak mudah karena harus bisa menaklukan Juventus, peraih gelar terbanyak sekaligus juara bertahan dari musim sebelumnya.
Cristian Brocchi yang pernah berperan sebagai pemain kala Rossoneri merengkuh Coppa Italia 2002/2003, kini berperan sebagai pelatih. Tentu memenangi laga puncak kali ini akan menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
Hampir serupa dengan final Liga Champions 13 tahun sebelumnya, kedua tim bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Hingga akhirnya Alvaro Morata memecah kebuntuan Juventus di menit 110 setelah berhasil mengkonversi umpan Juan Cuadrado. Hebatnya, pemain yang dipinjam dari Real Madrid itu baru masuk ke lapangan dua menit sebelum gol terjadi. Skor 1-0 bertahan hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.
Kemenangan itu membuat Juve semakin mendominasi tanah Italia dengan mengawinkan Coppa Italia dan scudetto.
Serie A 2016/2017: Milan 1-0 Juventus


Pertemuan teranyar Milan dengan Juve berlangsung di San Siro pada 22 Oktober 2016. Seperti dugaan, laga yang dihelat di San Siro itu akan berjalan sengit. Pasalnya kedua tim sama-sama memiliki rekor bagus di laga sebelumnya. Milan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir sementara Juve sukses mengantongi tiga kemenangan beruntun.
Juve sebenarnya sempat unggul, namun gol Miralem Pjanic dianulir oleh wasit akibat Leandro Bonucci yang telah berdiri di posisi offside. Manuel Locatelli tampil sebagai pembeda di laga tersebut. Setelah menerima umpan matang dari Suso, pemuda berumur 18 tahun melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas yang tak mampu dijangkau Gianluigi Buffon.
Kemenangan tersebut merupakan yang pertama kalinya setelah delapan pertemuan terakhir. Sebelumnya kemenangan Milan atas Juve di ajang Serie A diraih di tahun 2012 silam.

SportsSepak BolaAC MilanJuventus

500

Baca Lainnya