• 4

Jese, Draxler, dan Pembelian-pembelian PSG Lainnya Musim Ini

Jese, Draxler, dan Pembelian-pembelian PSG Lainnya Musim Ini



Paris Saint-Germain

Para pendukung Paris Saint-Germain membentangkan syal klub kesayangan mereka. (Foto: Mike Hewitt/Getty Images)

“Ketika Anda melakukan kesalahan, akan lebih baik jika Anda memperbaiki kesalahan tersebut daripada terus bertahan bersamanya.”
Komentar tersebut diucapkan oleh presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, untuk menjelaskan kondisi yang tengah dialami oleh salah satu pemainnya, Jese Rodriguez. Jese memang bukan pembawa sial. Tapi kedatangannya di Paris, pada awal musim 2016/17, juga tidak menghasilkan apa-apa. Kontribusinya di paruh pertama musim terbilang minim. Padahal, ia begitu diharapkan menjadi kompetitor utama Angel Di Maria ketika didatangkan dari Real Madrid.
Al-Khelaifi tak asal ngomong. Alih-alih mengubah eks-pemain Madrid tersebut menjadi lebih baik, ia malah mendatangkan pemain baru. Sehari setelah komentar tersebut (24/12), Les Parisiens mencapai titik temu untuk mendatangkan winger Wolfsburg, Julian Draxler, dengan biaya 42 juta euro.
Komentar Al-Khelaifi yang secara tidak langsung berhubungan dengan kedatangan Draxler menjadi contoh tak terlalu berhasilnya PSG bermain di lantai transfer. Hal tersebut bahkan menimbulkan pertanyaan: bagaimana PSG yang memiliki pundi-pundi tak terbatas justru malah gagal mengoptimalkan pembelian pemainnya?
Berikut penilaian terhadap penampilan pemain-pemain yang didatangkan Paris Saint-Germain di bursa transfer musim panas selama setengah musim ini yang diurutkan berdasarkan waktu pembelian.
Hatem Ben Arfa


Hatem Ben Arfa datang dari OGC Nice ke PSG pada hari pembukaan bursa transfer musim panas di Prancis. Dengan status bebas biaya transfer, kepindahan Ben Arfa disebut bakal menjadi salah satu kunci Ligue 1. Prediksi tersebut berjalan sempurna ketika Paris Saint-Germain menjalani Piala Super Prancis.
Dalam laga melawan Olympique Lyon tersebut, Ben Arfa sukses mengunci posisi penyerang utama. Kesempatan kembali muncul di laga melawan Bastia ketika ia lagi-lagi tampil sebagai penyerang utama. Laga melawan Bastia rupanya menjadi titik balik Ben Arfa. Gagal tampil memuaskan, ia akhirnya digantikan oleh Jese.
Penampilan kurang memuaskan Ben Arfa di laga tersebut membuatnya mau tidak mau kehilangan posisi pemain inti, apalagi ketika Edinson Cavani telah sembuh dari cedera. Persoalan Ben Arfa semakin pelik setelah ia diketahui memiliki hubungan yang tak harmonis dengan pelatih Unai Emery. Hingga pertengahan musim, Ben Arfa, telah tampil pada empat pertandingan sebagai starter dan 10 pertandingan sebagai pemain pengganti.
Dalam 14 kali kesempatan bermain tersebut, ia belum mencetak gol dan hanya mampu membuat satu assist.
Grzegorz Krychowiak
Sebagai salah satu anak didik Emery yang dianggap paling berhasil, tak salah jika Krychowiak didatangkan. Banderol senilai 25 juta euro bukan sebuah persoalan. PSG mampu dan pemain Timnas Polandia tersebut tampil sebagai pilar utama Sevilla di musim lalu.
Sempat kalah bersaing dengan Thiago Motta, Krychowiak perlahan mampu unjuk gigi. Pertandingan melawan Saint-Etienne pada pekan keempat menjadi pertandingan debut Krychowiak di Paris Saint-Germain. Meski pada laga tersebut anak asuh Emery gagal mendapatkan tiga angka, namun pertandingan tersebut membuka jalan eks-pemain Girondins Bordeaux itu untuk mengisi posisi inti.
Rotasi pemain dan cedera sempat membuat kesempatan bermain Krychowiak berkurang. Namun lagi-lagi, tak ingin hanya menjadi ban serep, ia mampu menunjukkan kualitasnya. Penampilan memuaskan yang ia tampilkan dalam pertandingan melawan Angers pada pekan ke-15, membuatnya kembali mengunci posisi inti.
Hingga 19 pertandingan yang sudah dijalani oleh Paris Saint-Germain, Krychowiak telah bermain sebanyak enam kali sebagai pemain inti dan empat kali sebagai pemain pengganti.
Thomas Meunier
Keberhasilan tampil sebagai pemain kunci Belgia di Piala Eropa 2016—dengan empat dari lima penampilan maksimal—membuat Meunier dipilih oleh Emery untuk mengisi pos bek kanan. Meunier pun ditebus dengan biaya sekitar 7 juta euro dari Club Brugge.
Biaya transfer Meunier yang kecil rupanya hanya membuatnya dijadikan pelapis Serge Aurier. Dari empat pertandingan pramusim yang dijalani oleh Paris Saint-Germain, Meunier tak sekalipun mendapatkan kesempatan bermain. Begitupun di Piala Super Prancis, ketika ia hanya diberi waktu bermain 14 menit.
Meunier mulai mendapatkan kesempatan bermain ketika ia tampil baik di laga melawan SM Caen di pekan kelima. Satu assist yang ia buat di laga tersebut membuatnya mengambil posisi bek kanan dari Aurier. Lima dari tujuh pertandingan yang ia lakoni di pekan-pekan selanjutnya bahkan berhasil ia torehkan dengan status pemain inti.
Pertandingan melawan Basel menjadi penampilan terbaik bagi Meunier sejauh ini di Paris Saint-Germain. Sebab, selain dipercaya tampil 90 menit, ia juga membukukan satu buah gol dan satu assist di laga tersebut. Total, di musim ini, Meunier telah bermain sebanyak 11 kali dengan delapan penampilan sebagai starter.
Jese


Menjadi pemain yang terakhir dibeli membuat kesempatan bermain yang diberikan oleh Emery kepada Jese menjadi yang paling akhir pula. Dari 19 pertandingan yang sudah dilakoni oleh Les Rouge-et-Bleu, Jese hanya diberi jatah satu pertandingan saja untuk menjadi pemain starter.
Beruntung, ia masih dipercaya tampil dalam beberapa laga sebagai pemain cadangan. Padahal, jika melihat angka transfernya yang terbilang cukup mahal —25 juta euro, Jese harusnya mendapatkan kesempatan lebih. Belum lagi potensinya yang cukup besar, mengingat ia sudah dipercaya mengisi skuat El Real sejak berusia 18 tahun. Sebenarnya, bukan tanpa alasan jika Jese tak dilirik oleh Emery.
Selain karena ia memiliki pesaing yang lebih berat, Jese kerap bermain di bawah standar apabila diberi kesempatan. Dalam penampilan terlamanya di musim ini (58 menit, ketika Paris Saint-Germain melawan Saint-Etienne), ia tak mampu menunjukkan kemampuannya. Di laga tersebut, ia bahkan tak membuat satu pun percobaan ke gawang.
***
Kedatangan Draxler otomatis bakal meningkatkan kompetisi di pos gelandang serang Paris Saint-Germain yang kini cukup gemuk. Meski demikian, mendatangkan Draxler belum tentu menjawab semua kebutuhan primer anak asuh Emery saat ini.
Meski demikian, bukan berarti ekspemain Schalke 04 ini tak memiliki cacat. Selain sempat absen dua pertandingan akibat cedera, ia juga gagal menunjukkan penampilan terbaiknya. Dari 13 pertandingan yang sudah ia lakoni, ia hanya sekali terlibat dalam proses penciptaan gol. Belum lagi rasio kemenangan Wolfsburg selama diperkuat Draxler musim ini yang hanya 23%.

SportsSepak BolaLiga PrancisJese RodriguezJulian Draxler

500

Baca Lainnya