• 0

Kata Kurniawan dan Nil Maizar Soal Timnas di Masa Depan

Kata Kurniawan dan Nil Maizar Soal Timnas di Masa Depan



Timnas Indonesia mengambil bagasi di conveyor

Timnas Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah)
Kurniawan Dwi Yulianto pernah merasakan kegagalan bersama Tim Nasional Indonesia. Maka, ia mengharapkan sesuatu yang lebih baik ke depannya. Tim Nasional (Timnas) Indonesia kembali menelan pil pahit setelah kalahkan oleh Thailand di ajang Piala AFF 2016. Kekalahan timnas di partai final itu adalah yang kelima kalinya. Tercatat di tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010, Indonesia juga gagal.
Beberapa hari usai laga final, beragam komentar mengenai hasil yang telah dicapai “Skuat Garuda”. Ada komentar sedih, senang, kecewa dan ada tetap optimistis bahwa Timnas Indonesia akan berjaya di masa mendatang. Salah satu ucapan optimistis dilontarkan oleh Kurniawan Dwi Yulianto. Ketika Kurniawan ditanya terkait Timnas Thailand yang pernah ia hadapi, pemain yang dulu mengawali kariernya di Primavera ini mengatakan, sejak dulu “Tim Gajah Putih” merupakan tim yang solid.
“Selain kemampuan individu mereka yang bagus, Thailand bermain sebagai tim,” ujarnya kepada kumparan.
“Yang harus dilakukan pembinaan usia dini harus diseriusin dan berjenjang untuk mempersiapkan ke level senior dengan matang,” ucap Kurniawan.

Pelatih Timnas Alfred Riedl menggelar latihan untuk menghadapi final Piala AFF 2016

Pelatih kepala timnnas Indonesia Alfred Riedl menggelar latihan untuk menghadapi final Piala AFF 2016 melawan Thailand di Karawaci, Tangerang, Senin (12/12/2016). Timnas Indonesia akan kembali tampil di depan puluhan ribu suporternya saat menjamu Timnas Thailand di leg pertama Final Piala AFF 2016 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12/2016). (Foto: Aditia Noviansyah/Kumparan)
Indonesia memang punya sejarah yang tidak enak dengan Thailand. Terutama di Piala AFF (dulu bernama Piala Tiger, red). Menelisik ke belakang, pertemuan kedua tim sudah terjadi untuk yang ketiga kali di partai puncak kejuaraan sepak bola se-Asia Tenggara tersebut. Senada dengan Kurniawan, Pelatih Semen Padang, Nil Maizar, tetap mengapresiasi dan memiliki harapan atas hasil yang dikantongi timnas saat berjuang di turnamen sepak bola di kawasan ASEAN tersebut.
"Kalau harapan tentu ada, timnas yang saat ini banyak diisi skuat muda telah bekerja secara luar biasa, mereka akan menjadi cikal bakal pemain nasional yang matang dalam beberapa tahun ke depan," ujar Nil saat dihubungi kumparan.
Untuk evaluasi pertandingan final, Nil melihat Indonesia memiliki peluang untuk menjuarai Piala AFF. Namun perjuangan ekstra keras yang telah ditunjukkan sudah lebih dari cukup, mengingat Indonesia baru saja kembali ke kancah sepakbola internasional setelah sempat dibekukan federasi sepak bola internasional, FIFA.
00:00:00/00:00:00

Suporter Timnas Indonesia
Dari pertandingan fase grup sampai melangkah ke final, Nil melihat permainan Indonesia terus mengalami peningkatan. Peningkatan itu terlihat ketika menghadapi Vietnam di babak semifinal. Usai meraih kemenangan 2-1 atas "Tim Bintang Kuning" di Stadion Pakansari, Bogor, Boaz Solossa dkk. menumbuhkan optimisme di benak masyarakat. Tak heran, jika suporter yang memadati Pakansari terus bernyanyi bahkan ketika pertandingan sudah selesai.
"Ini telah menjadi bukti bahwa timnas selalu siap untuk bertarung di setiap laga demi laga," ujar mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 ini.
Untuk yang terdekat, Nil berharap Timnas Indonesia bisa menggapai prestasi terbaiknya di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. "Ini akan menjadi hadiah manis untuk publik pencinta sepakbola nasional jika juara," katanya.

SportsSepak BolaPiala AFF 2016Timnas Indonesia

500

Baca Lainnya