• 0

Mereka Memanjatkan Doa Dulu, Berjuang di Final Kemudian

Mereka Memanjatkan Doa Dulu, Berjuang di Final Kemudian



Tim Nasional Indonesia

Timnas Indonesia saat melakukan ibadah Salat Jumat di Bangkok, Thailand (Foto: kumparan/Bergas Agung)

Gunawan Dwi Cahyo, bek tim nasional bertubuh tegap itu, duduk di bangku tengah mobil yang hendak membawanya dan rekan-rekannya berangkat menunaikan ibadah Salat Jumat. Bangkok siang itu tidak terlalu terik. Malah, sebaliknya, ada sedikit awan mendung memayungi kota di pinggir Sungai Chao Phraya itu.
Gunawan duduk di pinggir, dekat jendela. Sementara di sisi seberangnya, di mulut pintu masuk ke dalam mobil, ada beberapa jurnalis berdiri. Salah satunya adalah jurnalis televisi, yang tentu saja ditemani juru kamera-nya, mengacungkan mikrofon ke arah Gunawan.
"Nggak ada. Karena kami sampai di sini istirahat, fokus buat pertandingan," jawab Gunawan. Jika Anda mau tahu, si jurnalis televisi itu baru saja bertanya apakah Gunawan melihat hal yang aneh-aneh ketika baru sampai Bangkok atau tidak.
Ada beberapa pertanyaan lain yang diajukan oleh para jurnalis. Satu per satu dijawab Gunawan dengan singkat dan tegas. "Setidaknya jangan sampai seri, kalau bisa kita menang," ucap Gunawan.
Setelah menang 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/12/2016) lalu, Indonesia memang hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjadi juara Piala AFF tahun ini. Tapi, bukan itu yang diharapkan Gunawan. Dan bukan itu juga yang diharapkan teman-teman Gunawan --penggawa-penggawa tim nasional lainnya.
Sementara Gunawan menjawab pertanyaan dari jurnalis, penggawa-penggawa 'Skuat Garuda' lainnya memerhatikannya dengan seksama. Mereka lalu membeo, mengucapkan "aamiin" seolah-olah jawaban-jawaban yang dikeluarkan Gunawan adalah doa yang mereka harap jadi kenyataan.
"Hasilnya: menang."
"Aamiin!"
"Bawa Piala ke Indonesia."
"Aamiin!"
Begitulah... Tak lama kemudian, mobil pun bergerak menuju masjid yang tidak jauh dari hotel tempat Timnas Indonesia menginap. Salat Jumat pun dijalankan. Gunawan, Evan Dimas, Kurnia Meiga, Rizky Pora, hingga asisten pelatih Wolfgang Pikal menjadi jamaah yang memenuhi Masjid Yamee-Unmuttageen.

00:00:00/00:00:00

Tim Nasional Indonesia

Selesai salat Jumat, Timnas Indonesia kembali ke hotel. Di tempat mereka menginap, pelatih mereka, Alfred Riedl, sudah melakoni konferensi pers. Riedl tampak akrab dengan pelatih Tim Nasional Thailand, Kiatisuk Senamuang, yang berselisih 24 tahun dengan usianya.
Akrab-akraban kedua pelatih itu, tentu saja, adalah sebentuk sportivitas. Kini dan besok bakal berbeda. Besok, keduanya akan berdiri di sisi lapangan dan meneriakkan instruksi yang berbeda-beda, sesuai kemauan mereka.
Seperti yang dikatakan Gunawan, Riedl menginstruksikan pemainnya untuk fokus total terhadap pertandingan. Tidak ada acara jalan-jalan malam. Pemain dimintanya untuk beristirahat di hotel.
Kalaupun ada aktivitas di luar hotel, itu adalah latihan terakhir di Stadion Rajamangala. Di tempat itulah, besok, Indonesia akan mendapatkan jawaban atas nasib mereka di Piala AFF: menjadi juara untuk pertama kalinya atau lagi-lagi hanya menjadi yang kedua.

Konferensi Pers Final AFF 2016

Konferensi Pers Menjelang Leg Kedua Final AFF 2016 antara timnas Thailand Vs Indonesia (Foto: Aditia Noviansyah)


Sepak BolaPiala AFF 2016Timnas Indonesia

500

Baca Lainnya