• 1

Pertahanan Bisa Jadi Kunci Inter Kalahkan Lazio

Pertahanan Bisa Jadi Kunci Inter Kalahkan Lazio



Inter Milan, Lazio

Pertandingan Lazio vs Inter di Serie A, Mei 2016. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Sempat inkonsisten di awal masa kepelatihannya bersama Internazionale, Stefano Pioli perlahan mampu menunjukkan kemampuannya. Dua kemenangan dalam dua pertandingan terakhir menjadi bukti bahwa Pioli mulai bisa memegang kendali Nerazzurri.
Namun demikian, ambisi Pioli untuk mengejar kemenangan ketiganya secara beruntun tidak semudah sebelumnya. Pasalnya, SS Lazio, yang kini ditangani oleh Simone Inzaghi, berada di peringkat keempat Serie A, bakal menjadi lawan mereka di pekan ke-18, Kamis (22/12/2016) dini hari WIB.
Dilansir Football Italia, Pioli menjadikan pertandingan ini momentum bagi Inter untuk mengejar defisit poin. “Setiap pertandingan yang menurut kami berpotensi untuk mendapatkan poin akan menjadi laga penting,” ujar Pioli.
Dari riwayat pertemuan teranyar kedua kesebelasan, Lazio memang unggul ketimbang Inter. Dalam enam pertemuan terakhir, Lazio mampu membukukan tiga kali kemenangan, dua kali kekalahan, dan sekali hasil imbang.
Persoalan Inter Datang Dari Absennya Joao Mario
Absennya beberapa pemain karena beragam persoalan mengganggu persiapan Inter jelang laga ini. Joao Mario dan Felipe Melo absen akibat akumulasi kartu. Keduanya mengikuti jejak Gary Medel yang lebih dulu menepi akibat cedera.
Tidak bermainnya Joao Mario di laga ini pun disebut bakal menjadi permasalahan. Tidak adanya pemain Inter yang mampu mengatur serangan dari belakang sebaik Joao Mario di musim ini bukan tidak mungkin membuat Nerazzurri tampil dengan gaya yang berbeda.
Meski baru datang di awal musim ini, Joao Mario memegang peranan penting di lini tengah Inter. Perannya yang cukup besar, baik ketika Inter masih dipegang Frank de Boer hingga Pioli kini, membuatnya —bersama Ever Banega— menjadi gelandang Inter yang paling sering dipasang di Serie A. Total, dari 17 laga, Joao Mario sudah bermain 14 kali.
Tidak hanya itu, Joao Mario juga memiliki statistik yang cukup baik bagi. Dari 14 pertandingan yang sudah ia jalani, ia sudah menciptakan tiga assist. Ia juga membuat 84,3% umpan sukses dan dua umpan kunci per laganya. Paling penting, rasio kemenangan Inter bersama Joao Mario adalah 57%. Nah, persoalannya mampukah penggantinya mampu menampilkan hal yang sama?
Inter Wajib Pertahankan Gaya Bertahannya
Garis pertahanan rendah yang dimainkan oleh Inter menjadi kunci sukses mereka mendulang poin dalam beberapa laga terakhir. Gaya tersebut secara tidak langsung mendukung anak-anak buah Pioli yang memiliki transisi dari menyerang ke bertahan lumayan buruk.
Selain memainkan garis pertahanan rendah, Inter juga harus kembali memainkan tekel agresif yang telah mereka tunjukkan musim ini. Pasalnya, tekel agresif menjadi kunci sukses mereka dalam memutus serangan lawan. Sepanjang Serie A 2016/2017, Inter menempati urutan ketiga dalam daftar klub yang paling banyak melepaskan tekel —18,8 tekel per pertandingan.
Apabila gaya bertahan tersebut berhasil mereka praktikkan, bukan tidak mungkin serangan balik akan dapat mereka lakukan. Sebab, Lazio adalah salah satu kesebelasan yang tidak cukup baik untuk urusan mempertahankan bola.
Musim ini, Lazio memiliki rata-rata 12 kali kehilangan bola di daerah permainan lawan per pertandingan. Kondisi tersebut bakal semakin sulit karena mereka kerap bermain dengan garis pertahanan tinggi, yang tentu akan mempermudah Inter karena memiliki pemain-pemain cepat seperti Ivan Perisic dan Eder Citadin.

Inter Milan, Lazio

Pertandingan Lazio vs Inter di Serie A, Mei 2016. (Foto: Getty Images)

Persoalan Menyerang Lazio
Kedatangan Ciro Immobile di awal musim ini menjanjikan satu hal bagi Lazio: perubahan gaya menyerang. Musim lalu, Lazio identik dengan bola-bola panjang, sementara di musim ini, Lazio menampilkan gaya menyerang yang identik dengan umpan-umpan pendek.
Mengandalkan pemain-pemain yang memiliki kecepatan, Lazio sukses menjadi momok berbahaya di musim ini. Beberapa nama kunci mereka musim ini bahkan diisi oleh pemain cepat seperti Senad Lulic, Ciro Immobile, dan Felipe Anderson.
Namun demikian, kecepatan yang menjadi andalan Lazio untuk mencetak gol ke gawang lawan kerap  menemui kegagalan ketika berhadapan dengan klub yang memainkan garis pertahanan rendah.
Pertandingan melawan Juventus dan AC Milan di awal musim ini menjadi salah satu bukti sulitnya Lazio menembus pertahanan klub yang memainkan gaya pertahanan rendah. Belum lagi, upaya Lazio memasuki kotak penalti lawan selalu memanfaatkan umpan silang.
Kondisi tersebut bisa semakin sulit jika Internazionale memainkan trio bek—Miranda, Jeison Murillo, dan Danilo D’Ambrosio—yang memiliki keunggulan dalam duel udara ketimbang Immobile.
***
Inter memiliki modal bagus untuk meneruskan rekor kemenangan kandang dalam lima laga terakhir. Gaya bermain Lazio yang di atas kertas dapat diantisipasi oleh Inter secara tidak langsung juga bakal membuat mereka akan terus memperpanjang catatan kemenangan di kandang.
Hasil akhir akan bergantung pada bagaimana Lazio membongkar pertahanan Inter dan memaksimalkan setiap peluang. Jika Lazio bisa memanfaatkan hal tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan menutup rekor kemenangan kandang Inter.

SportsSepak BolaLiga ItaliaInter MilanLazio

500

Baca Lainnya