• 0

Santa Claus yang Tak Hanya Datang di Malam Natal

Santa Claus yang Tak Hanya Datang di Malam Natal



Pohon Natal

- (Foto: Unsplash)

Berdasarkan World Happiness Report 2016 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Finlandia adalah negara paling bahagia nomor lima di dunia.
Dengan parameter-parameter seperti angka harapan hidup, produk domestik bruto per kapita, dan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah, duduknya Finlandia di peringkat kelima secara objektif menunjukkan betapa nyamannya hidup di negara tersebut.
Selain faktor-faktor yang telah disebutkan dalam World Happiness Report, orang-orang Finlandia juga memiliki satu alasan unik yang membuat mereka tak punya alasan untuk tidak berbahagia. Di sana, Santa Claus tidak hanya hadir pada saat Natal.
Orang-orang Finlandia memang beruntung karena di negara mereka, Santa yang biasanya menampakkan diri dalam wujud kakek tua berjanggut putih tebal dengan senyum hangat telah menjelma menjadi sebuah klub sepak bola. Tak perlu menunggu Natal, jika ingin bersua dengan Santa, datang saja ke markas FC Santa Claus.
Klub bernama lengkap FC Santa Claus Arctic Circle bermarkas di sebuah kota bernama Rovaniemi. Bagi rakyat Finlandia, kota yang berjarak sekitar 800 km di utara Helsinki itu disebut sebagai kota tempat asal Santa Claus. Cerita lain juga mengatakan bahwa Santa Claus atau Joulupukki (demikian rakyat Finlandia memanggil Santa) berasal dari sebuah propinsi bernama Lapland, di mana Rovaniemi merupakan ibu kotanya.
Kehadiran Santa Claus di kota ini diperkuat dengan kehadiran Taman Santa yang memang dirancang untuk menyerupai kediaman dari Santa Claus di Lingkaran Arktik. Tak ayal, para wisatawan selalu berdatangan setiap tahunnya untuk bertemu dengan Santa Claus di Rovaniemi.
Meski memiliki tradisi yang cukup kuat di Rovaniemi, FC Santa Claus tak serta merta hadir dengan sendirinya seperti kedatangan Santa yang biasanya mengejutkan. Mereka baru berdiri pada tahun 1993 melalui penggabungan dua klub bernama Rovaniemen Reipas dan Rovaniemen Lappi.


Sepintas, ketika kita meihat logo klub FC Santa Claus, rasanya seperti melihat logo sebuah sekolah sepak bola anak-anak. Gambaran tokoh Santa Claus yang sedang menulis sebuah surat sangat bertema kartun, jauh dari logo klub sepakbola yang identik dengan font atau gambar yang cenderung sporty. Mereka juga menggunakan  jersey merah dan putih yang memang identik dengan Santa.
Dari segi prestasi, tidak ada yang spesial FC Santa Claus. Sejak berdiri hingga sekarang, mereka hanya sibuk berlalu-lalang di Kakkonen dan Kolmonen yang merupakan divisi kedua dan ketiga di Liga Finlandia, dengan rincian 12 musim di Kakkonen dan 10 musim di Kolmonen.
Perlu diketahui bahwa divisi tertinggi di Liga Finlandia bernama Veikkausliiga (Liga Primer) yang diikuti oleh Ykkönen (Divisi Satu), baru kemudian Kakkonen yang kini dihuni oleh FC Santa Claus. Enam tahun silam, mereka hampir promosi ke Ykkönen, namun gagal setelah ditaklukkan HIFK pada laga final babak play-off.   Kini FC Santa Claus menduduki posisi ke-11 dari 12 klub peserta di Kakkonen. Dari 22 laga, mereka telah 18 kali tumbang. Poin yang mereka miliki saat ini berasal dari dua kemenangan dan dua hasil imbang. Jumlah kebobolan mereka pun cukup mencengangkan, yakni 102 gol. Ini berarti, rata-rata kebobolan FC Santa Claus per pertandingan adalah 4,6 gol!


Kekalahan terbesar mereka alami kala bertandang ke markas AC Kajaani di mana mereka harus kalah 16-0. Tim yang bermarkas di Kajaanin Liikuntapuisto itu layaknya Krampus yang merupakan musuh besar Santa dalam folklor Eropa Tengah. Sebelumnya, pada pertemuan pertama di kandang FC Santa Claus, Rovaniemen Keskuskenttä, mereka juga kalah telak dengan skor 0-9.
Bicara soal stadion, Rovaniemen Keskuskenttä tempat mereka bermarkas juga tidak bisa dibilang mewah. Dengan kapasitas 5.000 penonton, stadion itu tak ubahnya “cerobong asap” yang selama ini identik dengan tempat beraksi Santa. Kendati demikian, stadion tersebut pernah menggelar laga bertaraf internasional, yakni Piala Winners antara Rovaniemen Palloseura melawan wakil Albania, KF Vllaznia Shkodër pada tahun 1987.
Pada akhirnya, mereka yang terlibat di FC Santa Claus memang tak sebahagia orang-orang Finlandia pada umumnya. Rentetan kekalahan memalukan dan kegagalan menahun membuat FC Santa Claus tak ubahnya lelucon yang (mungkin) tak (lagi) lucu.
Meski begitu, jika Santa Claus adalah sosok yang suka memberi hadiah dan berbagi kebahagiaan, ini berarti FC Santa Claus sudah memenuhi filosofi namanya dengan baik karena tim mana pun yang mereka hadapi hampir pasti akan pulang dengan bahagia.
Jika sudah begini, FC Santa Claus sudah boleh dibilang berhasil, bukan?

SportsSepak BolaNatalSanta KlausFC Santa Claus

500

Baca Lainnya