• 0

Selamat Bertualang di China, Oscar… Menabunglah Banyak-banyak

Selamat Bertualang di China, Oscar… Menabunglah Banyak-banyak



Oscar

Oscar, kini berstatus eks-gelandang Chelsea, usai resmi pindah ke Shanghai SIPG. (Foto: Richard Heathcote/Getty Images)

Karier pesepak bola tidaklah panjang. Wajar jika dalam karier yang pendek itu, mereka menabung banyak-banyak.
Hitunglah begini: jika seorang pesepak bola mengawali kariernya pada usia 18 tahun, lalu ketika sudah berusia 31 tahun sudah dianggap memasuki masa senja, maka mereka hanya punya waktu 13 tahun untuk bermain dan mempersiapkan diri buat hari tua.
Tentu saja, itu hanya gambaran kasar. Sebab, ada juga makhluk-makhluk spesial seperti Paolo Maldini, Ryan Giggs atau Javier Zanetti yang masih bisa bermain hingga kepala empat. Tapi, tekankan pada kata “spesial”, sebab tidak semua pemain bisa melakukannya.
Ada juga yang memilih pensiun lebih cepat —tentu saja dengan alasan macam-macam. Sebastian Deisler, misalnya, memutuskan pensiun di usia 27 tahun lantaran terus-terusan dibekap cedera. Sementara itu, Eric Cantona memilih untuk pensiun di usia 31 tahun karena dia merasa, gantung sepatu ketika masih berada di puncak adalah keputusan yang tepat.
Usai pensiun, Deisler memilih untuk menjauhi dunia sepak bola. Ia menilai, bisnis sepak bola bukanlah dunia. Sedangkan Cantona sempat menjadi aktor —karena dia memang seniman— dan pesepak bola pantai. Di luar itu, banyak ekspemain bola memilih jadi pundit dan duduk di sofa studio televisi yang nyaman. Untuk yang terakhir, niscaya pendapatan mereka tetap aman kendatipun tidak semewah ketika masih bermain dulu.
Dari liburan di tempat-tempat eksotis nan mewah, mobil-mobil mahal, hingga pasangan yang cantik aduhay, dunia seorang atlet sepak bola memang layak untuk disebut glamor. Gaji yang membuat uang mereka seolah tak berseri memang memungkinkan semua itu.
Dalam beberapa tahun ke belakang, agaknya tak aneh mendengar seorang bintang sepak bola di (ambil contoh) Premier League mendapatkan gaji 100.000 poundsterling per pekan. Mudah saja menuliskan itu semua: “Si XXX mendapatkan gaji 100.000 pounds setiap minggunya”. Jumlah yang sangat besar, tentu saja, tapi kita tidak pernah membayangkannya.
Konversikan saja ke rupiah, maka Anda akan menemukan fakta kalau gaji sepekan dengan jumlah itu setara dengan Rp 1,6 miliar. Sementara, tidak semua orang (di Indonesia) bisa melihat jumlah 1 miliar rupiah seumur hidup mereka, ada orang-orang di Premier League yang dengan mudahnya mendapatkan itu dalam sepekan.

Slow Clap

- (Foto: -)

Di taraf klub papan tengah Premier League, seorang pemain bisa mendapatkan gaji yang tidak kalah menggiurkan. Ambil contoh Liam Ridgewell. Pemain yang pada 2016 memperkuat Brighton & Hove Albion itu sempat mendapatkan gaji 30.000 pounds per pekan ketika bermain untuk Stoke City. Jika dikonversikan ke rupiah, Ridgewell menerima Rp 494 juta setiap minggunya.
Tetapi, meski sudah mendapatkan gaji besar selama bermain, bukan tidak mungkin hantu kebangkrutan mendatangi mereka ketika sudah berstatus eks-pesepak bola. Simak nama-nama berikut ini sebagai contoh: David James, Lee Hendrie, Eric Djemba-Djemba, dan Keith Gillespie.
BBC, pada tahun 2014, pernah melaporkan bahwa keempatnya mengalami kebangkrutan. James, meskipun mendapatkan 20 juta poundsterling (setara Rp 329 miliar) sepanjang kariernya, terpaksa menjual beberapa memorabilia dan sejumlah hartanya —termasuk van Vauxhall Astra-nya— untuk menutupi utang.
Lee Hendrie juga begitu. Meski mendapatkan gaji setara Ridgewell selama bermain, dia kehilangan banyak uang dan terpaksa berutang sana-sini. Namun, kebangkrutan Hendrie juga disebabkan kebiasaan buruknya menghabiskan duit di meja judi.
Singkat kata, tidak ada jaminan bahwa hidup setelah bermain bakal indah-indah saja. Maka, ketika Chelsea mengumumkan bahwa gelandang mereka, Oscar, pindah ke klub Liga Super China, Shanghai SIPG, tolonglah, saudara-saudara, jangan kaget dengan nilai gajinya.


“Kami berterima kasih pada Oscar atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan,” tulis Chelsea di situs resmi mereka.
Chelsea sendiri untung besar. Mereka membeli Oscar dari Internacional dengan harga 27 juta pounds, lalu kini menjualnya ke Shanghai dengan harga 52 juta pounds.
Lalu, berapa gaji Oscar di Shanghai nanti? Dari kabar yang dilansir The Guardian, Oscar mendapatkan 360.000 pounds (sekitar Rp 5,9 miliar) per pekan setelah dipotong pajak.
Well, pesepak bola juga butuh makan dan tabungan di hari tua, bukan?

Sepak BolaChelseaLiga InggrisOscarSports

500

Baca Lainnya