• 1

Thriller di Artemio Franchi yang Tak Disukai Sarri

Thriller di Artemio Franchi yang Tak Disukai Sarri



Dries Mertens

Dries Mertens ketika merayakan gol bersama pemain Napoli lainnya, Lorenzo Insigne. (Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Fiorentina bisa saja menang kalau tidak digagalkan oleh penalti pemain Napoli di menit-menit akhir.
Tidak ada pemenang. 3-3. Duel dari dua kesebelasan yang dianggap punya permainan paling menarik di Serie A musim lalu, Fiorentina dan Napoli, itu hanya membagikan satu poin untuk masing-masing.
Jumat (23/12/2016) dini hari WIB di kandang Fiorentina, Stadion Artemio Franchi, Napoli sempat unggul 2-1 lewat Dries Mertens pada menit ke-68, sebelum Federico Bernardeschi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 semenit berselang.
“Gol penyama kedudukan itu benar-benar memukul kami. Fiorentina mendapatkan suntikan semangat. Federico Bernardeschi mencetak gol yang luar biasa dan ketika ada tim yang memiliki pemain sepertinya, penempatan posisinya sulit untuk ditebak,” ujar pelatih Napoli, Maurizio Sarri, seperti dilansir Football Italia.
Bernardeschi, sebagai catatan, mencetak dua gol pada pertandingan tersebut. Setelahnya, Mauro Zarate mencetak gol pada menit ke-82 untuk membawa Fiorentina unggul 3-2.
Napoli, yang membuat 9 attempts —di mana 8 di antaranya tepat sasaran— akhirnya terselamatkan lewat eksekusi penalti.


Di injury time babak kedua, ketika pertandingan sudah memasuki menit 90+4, bek Fiorentina melakukan pelanggaran terhadap Dries Mertens. Wasit menunjuk titik putih. Manolo Gabbiadini pun menjalankan tugasnya dengan baik. 3-3.
Hasil imbang ini mengakhiri rentetan tiga kemenangan beruntun Napoli. Namun, hasil seri tersebut juga membuat Napoli belum lagi merasakan kekalahan —sejak terakhir kali menerimanya dari Juventus, 29 Oktober 2016 silam.
Yang menjadi sorotan Sarri adalah mental pemain-pemainnya. Dia menganggap, pada beberapa kesempatan pemain-pemainnya bermain terlalu santai.
“Kami tak bisa protes, sebab kami bisa saja kalah. Saya harap, tim kami lekas matang dalam soal mentalitas, dan kami harus matang secepat mungkin,” kata Sarri.

SportsSepak BolaLiga ItaliaNapoli

500

Baca Lainnya