News
·
1 Agustus 2021 15:49
·
waktu baca 5 menit

Ikuti PPKM dengan Semangat BTS

Konten ini diproduksi oleh Rahman Tanjung
Alhamdulillah ya Allah, segala puji bagimu yang telah memberikan nikmat sehat dan nikmat ilmu. Hari ini adalah hari pertama di bulan Agustus tahun 2021 dan semoga di bulan Agustus ini kondisi Indonesia akan lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
Bulan Agustus tentunya merupakan bulan yang bersejarah dan penuh makna bagi kita sebagai masyarakat Indonesia, yaitu tepat di tanggal 17 Agustus tahun 1945 pendiri bangsa kita, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI saat itu memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Ide tulisan ini muncul begitu saja ketika saya membaca pesan coach Fathur di WA Grup Komunitas ASN Menulis, yang mengajak rekan-rekan ASN untuk menulis cerita ringan terkait HUT RI. Kebetulan pada waktu yang bersamaan, putri sulung saya Azkia sedang mengerjakan tugas sekolahnya sambil memutar lagu BTS yang berjudul Tomorrow. Pada lirik lagu tersebut mengajak kita untuk terus mengikuti mimpi dan jangan menyerah.
Ikuti PPKM dengan Semangat BTS (112918)
searchPerbesar
Ilustrasi Siluet Boy Band BTS (sumber: pixabay.com)
Mengaitkan ide tentang jangan menyerah, membawa saya kepada perlombaan-perlombaan yang sering diadakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan RI. Namun, kita tidak tahu apakah di masa pandemi yang belum bisa diprediksi kondisinya ini, kita masih bisa atau tidak untuk ikut serta menyambut peringatan 17 Agustus melalui perlombaan-perlombaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Terlebih kita tidak tahu apakah masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini diperpanjang lagi atau tidak.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari itu semua, ada nilai-nilai positif yang dapat dimaknai dalam mengikuti Perlombaan Peringatan KeMerdekaan (PPKM) di setiap bulan Agustus ini, yaitu nilai-nilai seperti: Berani, Tangguh, dan Sportif (BTS).
Awal mula perlombaan 17 Agustus
Apakah anda pernah mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya tentang dari mana awal mula perlombaan-perlombaan 17 Agustus itu berasal?
Berdasarkan beberapa informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber, bahwa pertama kali perlombaan 17 Agustus diadakan adalah sekitar tahun 1950, di mana pada tahun tersebut tidak banyak pertempuran yang terjadi dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.
Perlombaan-perlombaan tersebut menurut JJ Rizal yang merupakan seorang Sejarawan dan Budayawan Indonesia adalah sebagai bentuk inisiatif masyarakat Indonesia saat itu yang ingin memeriahkan kemerdekaan yang telah didapatkan. Bahkan konon katanya menurut JJ Rizal, Presiden RI waktu itu, Ir. Soekarno bersedia memberikan buku yang sudah ditandatanganinya untuk hadiah perlombaan.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya perlombaan-perlombaan tersebut tidak hanya diadakan oleh masyarakat Indonesia saja. Menurut beberapa sumber, bahwa ada salah satu lomba yang juga diadakan oleh masyarakat Belanda ketika mereka mempunyai acara-acara yang penting seperti pernikahan, hajatan, dan lain-lain, yaitu panjat pinang.
Dahulu, mereka memasang batang pohon pinang yang telah diolesi oli atau minyak di sebuah tanah lapang. Hanya perbedaannya adalah soal hadiah yang akan diperebutkan, saat itu bahan pokok seperti beras, roti, gula, tepung, dan pakaian menjadi hadiah yang diperebutkan, karena barang-barang tersebut merupakan sebuah kemewahan bagi masyarakat Indonesia yang saat itu hidup serba kekurangan.
Makna perlombaan-perlombaan 17 Agustus
Beberapa perlombaan yang sering diadakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dalam rangka menyambut dan memperingati HUT RI pada 17 Agustus antara lain: Makan Kerupuk, Balap Karung, Tarik Tambang, Lomba Bakiak, dan Panjat Pinang.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya perlombaan-perlombaan tersebut bukan hanya sekadar perlombaan yang tujuannya sebagai hiburan semata, tetapi terdapat makna dalam perlombaan-perlombaan tersebut.
Ikuti PPKM dengan Semangat BTS (112919)
searchPerbesar
Ilustrasi Perayaan HUT Kemerdekaan RI (sumber: pixabay.com)
Lomba makan kerupuk adalah perlombaan yang mungkin ditunggu-tunggu oleh semua orang. Lomba tersebut bisa diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan umur. Pada lomba tersebut biasanya peserta diminta berlomba menghabiskan kerupuk yang tergantung pada seutas tali dan tidak boleh menggunakan kedua tangan untuk memegangnya.
Dari lomba tersebut, dimaknai sebagai pengingat pada masa perjuangan, di mana masyarakat Indonesia saat itu makan apa adanya, salah satunya adalah makan kerupuk. Tapi walaupun hanya kerupuk yang dimakan, masyarakat tetap semangat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat itu.
Lomba balap karung merupakan lomba yang cukup seru untuk disaksikan dan diikuti, dalam lomba tersebut peserta berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat menuju garis finis dengan melompat atau berlari menggunakan karung goni. Makna yang bis akita dapatkan dari Balap Karung tersebut adalah sebagai cerminan dari beban kehidupan masyarakat Indonesia di masa penjajahan yang cukup berat. Saat itu, masyarakat Indonesia teramat miskin sehingga hanya menggunakan pakaian sederhana berbahan karung goni.
ADVERTISEMENT
Lomba Tarik tambang merupakan sebuah lomba antara kedua regu yang jumlah anggotanya terdiri dari lima orang atau lebih yang saling berhadapan untuk saling tarik menarik atau adu kekuatan sambil memegang seutas tambang untuk melewati batas garis yang telah ditentukan. Perlombaan ini memiliki makna tentang persatuan dan kekuatan bersama untuk melawan para penjajah.
Tarik tambang sebenarnya merupakan olahraga adu kuat yang telah dikenal sejak tahun 8 SM. Dalam sebuah buku berjudul "The Notes of Feng" yang menceritakan sejarah dinasti Tang. Tarik tambang merupakan suatu olahraga yang dilakukan oleh komandan militer Negara Chu untuk melatih para tentaranya selama 8 - 5 abad SM, sebelum kemudian pada zaman Kaisar Xuanzong Tarik Tambang diganti sebagai sebuah permainan.
ADVERTISEMENT
Lomba bakiak juga menjadi lomba yang cukup seru saat perayaan HUT RI. Dalam perlombaan tersebut peserta yang biasanya berkelompok yang terdiri dari dua sampai tiga orang memakai sandal dengan ukuran panjang. Mereka harus bisa berjalan atau berlari dengan langkah yang kompak untuk lebih dulu mencapai garis finis yang telah ditentukan. Makna dari perlombaan ini adalah semangat kerja sama dan gotong-royong dalam memperoleh kemerdekaan.
Lomba panjat pinang, lomba ini biasanya diikuti oleh peserta pria yang dibagi dalam menjadi beberapa kelompok. Dalam lomba panjat pinang seluruh kelompok diharuskan memanjat batang pinang yang sudah diolesi minyak, oli atau pelumas untuk sampai ke puncak dan mengambil hadiah yang tersedia di atasnya. Dari lomba tersebut dimaknai sebagai semangat kerja sama dan gotong-royong dalam mencapai suatu tujuan.
ADVERTISEMENT
BTS diperlukan dalam mengikuti PPKM
Begitu banyak makna yang bisa kita dapatkan dari perlombaan-perlombaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat dalam peringatan hari kemerdekaan RI 17 Agustus.
Perlombaan-perlombaan tersebut tidak hanya menjadi suatu hiburan semata dalam merayakan hari kemerdekaan RI, tetapi dalam menjalankannya untuk mencapai tujuan dari perlombaan tersebut perlu semangat Berani, Tangguh dan Sportif (BTS) dari setiap peserta.
Berani dalam berlomba bisa menjadi motivasi bagi peserta untuk menjadi juara. Perlu dukungan untuk memunculkan suatu keberanian dalam berlomba dan berprestasi, tetapi dukungan terbesar adalah motivasi dari dalam diri kita sendiri atau keinginan untuk maju dari dalam diri. Keinginan untuk berprestasi yang muncul dari dalam hati menjadi motivasi yang lebih kuat dalam melakukan yang terbaik.
ADVERTISEMENT
Berani dalam berlomba juga harus dibarengi dengan berani gagal, artinya ketika kita ikut lomba dan kalah, maka jangan takut untuk mencobanya kembali. Karena tidak ada suatu usaha atau pekerjaan yang mulus, semua pasti mengalami pasang surut, jatuh bangun harus dihadapi seorang yang ingin sukses dalam usaha atau pekerjaannya.
Beragam kompetisi atau perlombaan yang diikuti, akan menggembleng kita menjadi sosok yang tangguh. Kata Tangguh sebagai kata sifat dalam KBBI dapat diartikan sebagai sukar dikalahkan, kuat dan andal. Dalam mengikuti perlombaan-perlombaan tersebut, setiap peserta tentunya dituntut menjadi peserta yang tangguh jika ingin memenangi perlombaan tersebut.
Kompetisi atau perlombaan yang baik adalah perlombaan yang diikuti oleh seluruh peserta dengan sportif. Dalam bidang olahraga sportif sering diartikan sebagai suatu sikap bermain atau bertanding secara jujur atau fair mengikuti aturan pertandingan yang berlaku, tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemenangan dan siap menerima kekalahan.
ADVERTISEMENT
Maka, mari kita ikuti setiap Perlombaan Peringatan KeMerdekaan (PPKM) dengan semangat Berani, Tangguh dan Sportif (BTS).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020