Menyambut Hari Kemerdekaan, Rumah Zakat Salurkan Bingkisan Sembako untuk Veteran

Akun resmi Rumah Zakat. Lembaga filantropi pengelola zakat, infak, sedekah dan dana kemanusiaan.
Konten dari Pengguna
15 Agustus 2022 12:37
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Rumah Zakat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
KUNINGAN - Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 tahun dan mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, Rumah Zakat mengadakan program untuk Veteran atau Janda Veteran.
Relawan Desa berdaya Nusaherang turut andil di dalamnya dengan mengunjungi kediaman emak Wari janda veteran dari abah Sugondo. Abah Sugondo almarhum adalah Veteran pejuang 45. Sekarang Usia emak Wari 87 tahun.
zoom-in-whitePerbesar
Relawan Desa berdaya Nusaherang turut andil di dalamnya dengan mengunjungi kediaman emak Wari janda veteran dari abah Sugondo. Abah Sugondo almarhum adalah Veteran pejuang 45. Sekarang Usia emak Wari 87 tahun.
Relawan Desa berdaya Nusaherang turut andil di dalamnya dengan mengunjungi kediaman emak Wari janda veteran dari abah Sugondo. Abah Sugondo almarhum adalah Veteran pejuang 45. Sekarang Usia emak Wari 87 tahun.
ADVERTISEMENT
Saat relawan berkunjung kepada emak Wari, ia menceritakan kisah perjalanan suaminya. Dimana suaminya (Abah Sugondo) mendaftar menjadi tentara di Cirebon dan diterima. Perjuangan dimulai, saat itu Negara sedang dijajah Belanda. Pertempuran melawan penjajah dilalui oleh suaminya. Emak Wari mengikuti suami bertugas. Pertama kali bertugas ditempatkan di Cirebon, kemudian dipindah tugaskan ke Yogya untuk menjaga Presiden Soekarno. Bertugas di Yogya selama 2 tahun, kemudian dipindah tugaskan lagi ke Tasik. Setelah di Tasik kembali lagi ditugaskan di Cirebon.
Saat bertugas di Cirebon tepatnya di Tegal Jugul, terjadi pertempuran dengan Belanda, suami emak Wari terkena tembakan 4 peluru yang bersarang di paha, pinggang dan lengan. Alhamdulillah suaminya terselamatkan karena mendapat perawatan Belanda yang tidak mengetahui kalo suaminya itu tentara. Dan suaminya mengatakan kalo luka tembak itu karena peluru nyasar saat berkebun.
ADVERTISEMENT
Waktu demi waktu berlalu, suami emak Wari akhirnya dipindah tugaskan ke Kuningan. Jabatan terakhir suami emak Wari sebelum pensiun yakni Pelda. Kehidupan keluarga emak Wari sangat sederhana. Untuk mencukupi kebutuhannya selain dari pensiunan, beliau dan suami berjualan serabi. Hampir setiap hari suaminya mencari kayu bakar sebagai bahan bakar pembuatan serabi. Tetapi karena faktor usia usahanya tidak diteruskan. Tahun 2014 suaminya meninggal karena kecelakaan.
Kini emak Wari tinggal bersama menantu dan cucunya. Anak semata wayangnya sudah meninggal. Kondisinya yang sudah sepuh, membuatnya tidak bisa banyak aktivitas, kesehariannya di rumah saja, keluar rumah kalo berjemur itupun dipapah sama menantu atau cucunya.
Sebagai bukti cinta untuk lansia janda veteran, Rumah Zakat memberikan pelayanan kesehatan berupa pengecekan tensi darah, penimbangan, pengukuran tinggi badan dan cek gula darah, Selasa (09/8). Selain pelayanan kesehatan juga memberikan Bingkisan berupa sembako, buah-buahan serta obat luar karena emak Wari mengeluhkan lututnya yang sering sakit sehingga susah ditekuk.
ADVERTISEMENT
Senyum bahagia terpancar dari wajah beliau serta ucapan terimakasih untuk Rumah Zakat yang telah memberikan perhatian kepadanya sebagai janda veteran. Sehat, panjang umur serta barokah untuk emak Wari.
Newsroom
Yolan Nursintia Dewi/Amri Rusdiana
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020