Kala Koma - Ruwi Meita - Chp 22

Di Mana Kamu? (22)

22 Agustus 2021 4:29
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
“Duri tidak masuk sekolah,” kata Loga kesal.
Meski matanya sengit dan alisnya terangkat Biscu bisa menangkap kekhawatiran Loga. Dia sangat berharap bisa berbicara pada Duri hari ini. Banyak sekali pertanyaan yang sudah tidak bisa dibendung. Terutama pertanyaan tentang, ”Apakah kamu membunuh semua kucing itu? Kenapa kamu melakukannya?” Sayangnya dia harus menelan kekecewaan. Seolah Duri tahu Loga akan memberondongnya dengan pertanyaan, Duri memilih untuk tidak masuk sekolah.
“Sudah ada progres pada email?” tanya Loga.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Semua pasien koma itu bangun, seolah hanya tertidur. Bukan sekadar bangun, mereka seperti lahir kembali dari kegelapan. Ikuti cerita bersambung Ruwi Meita yang terbit tiap akhir pekan ini. Klik selengkapnya pada daftar konten.