Kala Koma 25 - Kumplus - Ruwi Meita

Kala Koma (25)

12 September 2021 1:55
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Laki-laki itu jelas ramah, mampu membuat orang-orang nyaman padanya. Senyum tidak pernah lepas dari bibirnya, sama halnya dengan Profesor Patra. Cocoklah mereka sebagai keluarga. Pada sisi tertentu Layla juga bisa menampilkan banyak senyum dengan wajah manisnya, meski di sarang dia lebih menunjukkan wajah aslinya yang lebih dingin. Namun Loga baru sadar senyum keluarga ini memiliki banyak arti. Terutama saat Goul tadi menepuk bahunya lalu menyuruhnya duduk. Meski dia tersenyum namun sebenarnya dia sedang menggarisbawahi apa yang dia katakan.
“Aku tidak suka ceritaku dipotong.”
Biscu bahkan sempat menahan napas saat Goul mengatakannya. Bagaimana bisa dia terlihat menakutkan meskipun sedang tersenyum? Bahkan nada suaranya tidak meninggi. Justru lembut dengan penekanan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Semua pasien koma itu bangun, seolah hanya tertidur. Bukan sekadar bangun, mereka seperti lahir kembali dari kegelapan. Ikuti cerita bersambung Ruwi Meita yang terbit tiap akhir pekan ini. Klik selengkapnya pada daftar konten.