Kala Koma 28-kumplus-Ruwi Meita

Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi (28)

2 Oktober 2021 23:03
ยท
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Setiap pelaku pembunuhan memiliki kecenderungan kembali ke tempat kejadian perkara untuk mengenang karyanya, mengawasi keadaan, atau bahkan menertawai orang-orang. Apakah Duri memiliki salah satu hasrat itu? Loga berulangkali menyumpahi dirinya sendiri yang telah berpikir terlalu jauh. Duri tidak tiba-tiba menjadi psikopat. Jika benar apa kata Gardapathi mengenai Kala Koma, justru dia adalah korban yang harus ditolong. Namun pertanyaannya, apa yang membuatnya berubah? Sesuatu di luar dirinya menginvasi saat dia koma. Hanya dengan membayangkannya sudah membuat Loga bergidik.
Loga tidak menyangka Duri meminta bertemu di gang tempat Loga menemukan bangkai kucing saat dia mengejar Duri beberapa waktu yang lalu. Rasanya seperti menengok kembali bagaimana Duri membunuhnya.
Duri meneleponnya subuh. Loga segera bergegas ke sana setelah mengantarkan Biscu ke sarang. Mamanya masih berada di RS sampai siang jadi Loga masih bisa memakai motor. Dia hanya berharap tidak ada operasi kendaraan sebab STNK-nya dibawa polisi yang menilangnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Semua pasien koma itu bangun, seolah hanya tertidur. Bukan sekadar bangun, mereka seperti lahir kembali dari kegelapan. Ikuti cerita bersambung Ruwi Meita yang terbit tiap akhir pekan ini. Klik selengkapnya pada daftar konten.