Kala Koma Chapter 30- Ruwi Meita- Kumplus

Peringatan Pisau Daging (30)

16 Oktober 2021 21:27
ยท
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
"Kamu yakin Log? Itu bisa jejak siapa saja," kata Biscu sambil memecah telur di atas teflon kecil. Bau gurih segera tercium bercampur dengan udara sore yang suhunya turun. Loga menepuk-nepuk pipinya yang terasa dingin.
"Aku bisa merasakannya," jawab Loga sambil menyeruput kopi. Matanya tertuju pada vila di bawah. Baru saja anak-anak baru itu masuk setelah acara di luar. Kata Layla acara berikutnya akan digelar di dalam. Mereka akan bermain game team building, acara yang harus selalu ada di dalam setiap inaugurasi. Semacam tradisi yang harus diturunkan dari angkatan ke angkatan. Tujuannya agar mereka solid dan menumbuhkan rasa kepercayaan di antara mereka. Sayangnya tradisi itu hanyalah pemanis sebab pada kenyataannya setiap tahun akan selalu ada anak yang dirundung dan kaum elit yang menguasai sekolah. Sedikit demi sedikit kepercayaan itu bakal luntur berganti apatis dan putus asa.
"Tadi ada sekuriti kemari," kata Biscu. "Dua orang."
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Semua pasien koma itu bangun, seolah hanya tertidur. Bukan sekadar bangun, mereka seperti lahir kembali dari kegelapan. Ikuti cerita bersambung Ruwi Meita yang terbit tiap akhir pekan ini. Klik selengkapnya pada daftar konten.