Kumplus - Ruwi Meita- Kala Koma 27

Yang Ditinggalkan (27)

26 September 2021 2:39
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
“Kamu yakin?” tanya Biscu dengan tatapan cemas. Bola matanya kelihatan bergetar dalam cahaya lampu yang minim.
Loga hanya menepuk bahu Biscu lalu keluar dari taksi online. Angin dini hari yang sejuk membuat Loga memasukkan kedua tangannya ke saku jaket. Pendingin udara di taksi online tadi juga terlalu dingin. Biscu menarik ritsleting jaket sampai leher, baru keluar dari taksi menyusul Loga.
“Lalu kenapa dia malah nyuruh kamu ke sini untuk nyari informasi soal ibunya? Artinya dia tidak ada di sini kan?” tanya Biscu lagi.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Semua pasien koma itu bangun, seolah hanya tertidur. Bukan sekadar bangun, mereka seperti lahir kembali dari kegelapan. Ikuti cerita bersambung Ruwi Meita yang terbit tiap akhir pekan ini. Klik selengkapnya pada daftar konten.