kumparan
21 Mei 2019 12:08 WIB

Membangun Bisnis Mudah dengan Mediv

Siapa sih yang nggak ingin mencoba berbisnis? Di jaman yang serba digital ini, membangun bisnis jadi lebih mudah. Tidak perlu repot-repot mencari barang ke pasar, lalu berpanas-panas di siang matahari untuk menjual barangnya. Semua kegiatan bisnis bisa dilakukan secara online.
ADVERTISEMENT
Road Show Mediv X Kumparan di Harris Hotel Bandung
Di acara Road Show Mediv 29 April lalu, aku sempet mendengarkan segelintir cerita dari kak Yasa Singgih (Founder Men's Republic), kak Stefanie Kurniadi (Founder CRP Group yang menaungi Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal khas Karmila, dan Fish Wow Cheese) tentang perjalanan mereka dalam membangun bisnisnya.
Teman-teman juga mungkin sudah familiar dengan nama bisnis di atas. Sekarang bisnis franchise makanan CRP groups sudah punya ratusan cabang di Indonesia. Bahkan Men's Republic sudah punya pelanggan tetap di seluruh Asia 👏🏻👏🏻. Dan ternyata, membangun bisnis yang besar itu perlu banyak perjuangan. Waktu, tenaga, juga modal, harus dikerahkan untuk mengembangkan bisnis. Bahkan kak Yasa dan kak Stefanie pernah mengalami kegagalan dalam bisnisnya.
ADVERTISEMENT
Itu adalah kisah usaha mereka waktu dulu, sebelum jaman digital menjadi makin marak seperti ini. Sekarang, kamu nggak perlu mengeluarkan modal uang untuk memulai bisnis dengan aplikasi Mediv. Memulai bisnis hanya dengan modal jari, resiko menjadi lebih kecil. Selebihnya, bisnis di Mediv adalah tentang bagaimana cara kita mengembangkan bisnisnya, dan bagaimana kita mengelolanya.
Bagaimana cara berbisnis dengan mediv? Dengan Mediv, kamu cukup mempromosikan barang di tokomu yang sudah disediakan oleh Mediv. Barang yang tersedia antara lain adalah 300 alat kesehatan dan sekitar 114 produk kecantikan per April 2019. Kamu tidak perlu membeli barang-barang itu terlebih dahulu. Untuk menjual barang, kamu cukup mengambil foto barang, menambahkan nama, deskripsi dan harga barang di aplikasi Mediv.
ADVERTISEMENT
Setelah barangmu terdaftar, kamu bisa mempromosikan barang tersebut ke seluruh temanmu. Jika ada pembeli yang tertarik dengan barangmu, Mediv dan Kimia Farma akan memproses barang tersebut dari warehouse dan mengirimkannya ke pembeli. Kamu hanya perlu duduk manis dan menunggu!
Istilah kekinian untuk bisnis model seperti ini adalah dropshipper. Pernah dengar, kan?
Contoh teknologi Augmented Reality
Kelebihan menjadi dropshipper lewat aplikasi Mediv adalah:
  1. Mediv didukung penuh oleh Kimia Farma, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Siapa yang tidak tahu Kimia Farma, kan?
  2. Kamu tidak membutuhkan tempat dan waktu lebih banyak untuk memproses pengiriman barang.
  3. Aplikasi Mediv mudah digunakan, dan punya teknologi Augmented Reality. Teknologi ini memungkinkan pembeli untuk melihat terlebih dahulu wujud barang lewat aplikasi Mediv sebelum memutuskan untuk membelinya.
ADVERTISEMENT
Jadi, kapan mau mulai coba Mediv?
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan