Mongrel 004 Salada
27 Juni 2021 12:15
·
waktu baca 9 menit

Mongrel 004: SALADA

Aliyah membuat beberapa garis kecil di tepi noda di tembok. Ia menambahkan angka-angka pada tiap garis: 20, 25, dan seterusnya sampai 50. Angka-angka itu memudahkan kami mengukur dan menganalisis pertumbuhan noda.
Kini muncul bintik-bintik biru kehijauan di bagian tengah noda itu. Meski sangat kecil, mereka tetap terlihat mencolok di atas permukaan cokelat pudar. Hal yang paling menyebalkan dari semua ini adalah perasaan samar bahwa sesuatu yang mengancam sedang menghampiri kami, tetapi kami tidak punya fakta yang cukup untuk benar-benar mempercayainya—apalagi menyelesaikannya.
Kami mengeliminasi pilihan melapor ke paguyuban tentang keberadaan noda itu. Pertama, bisa jadi kemungkinan-kemungkinan yang kami bayangkan terlalu berlebihan dan ketakutan kami cuma akan bikin satu paguyuban gempar. Jika melihat situasi seluruh paguyuban saat ini, masalah noda di dinding ini terlihat tidak ada apa-apanya. Kedua, kami tidak ingin ada seorang pun yang tahu kami mengubah rubanah bekas ruang kontrol menjadi markas.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Tujuh helai rambut, sebotol kecil darah, dan seekor ayam bakar utuh. Aku melihat Pak Polo memberi isyarat tangan ke udara dan semua lampu padam. Simak lanjutan novel Sabda Armandio, MONGREL, di kumparanplus. Terbit setiap Minggu.