Mongrel 005 - Bebek
4 Juli 2021 11:28
·
waktu baca 9 menit

Mongrel 005: BEBEK

Sulit untuk tak menghiraukan puncak pohon yang mencuat di ujung barat jalan Salada. Itu adalah pohon tertua di sekitar sini. Ia bertahan melintasi zaman: saat kawasan itu masih pusat grosir dan pasar hingga menjadi tempat pembuangan sampah elektronik sementara—yang ternyata tidak sebentar. Puncak pohon pule itu adalah tanda bahwa kami sudah dekat dengan Semiran.
Di bawah puncak pohon pule itu berbaris rumpun bambu tinggi dan seolah saling menubruk satu sama lain. Rumpun bambu itu diikat pada bagian puncak sehingga membentuk segitiga yang agak cembung pada dua sisinya. Semiran mendesain rumpun-rumpun bambu itu menjadi lorong berliku menuju pusat paguyuban mereka. Angin yang sesekali bertiup menggoyang-goyang lorong hidup itu, membuatnya terlihat seperti makhluk melata raksasa berbulu hijau yang sedang tidur.
Beberapa orang berkumpul di lahan kosong luar lorong yang ditanami pepaya, keladi, pisang, dan semak-semak berbunga merah dan kuning. Rata-rata dari mereka menggendong ransel besar, ada juga yang bekerja sama menggotong kotak kayu. Salah satu dari mereka memanggil Erika. Namanya Maryam. Ia penjaga kafe reparasi, tetapi kami lebih mengenalnya sebagai aktris dalam “Ciu”, sebuah acara komedi sketsa produksi Maryam dan Erika di toa.ster.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Seseorang yang kulihat di layar ketiga di ruang cam-cop masuk. Kecuali rambutnya yang lebih panjang, kami benar-benar serupa bahkan tinggi dan cara kami melihat. Simak lanjutan novel Sabda Armandio, MONGREL, di kumparanplus. Terbit setiap Minggu.