Mongrel 006 Sabda Armandio
11 Juli 2021 11:04
·
waktu baca 9 menit

Mongrel 006: 1797

Kami janjian dengan Ufuk di gedung Kecubung. Warnanya yang paling mencolok di antara yang lain memudahkan Ufuk untuk mencari kami. Kami sudah mengitari gedung, memeriksa dari lantai satu hingga lantai empat, bahkan sempat melongok ke kebun di atap, tetapi kami hanya menemukan sekelompok kucing yang sedang berjemur bersama beberapa andropot. Tak ada Nin.
Tiba-tiba kami mendengar Wortel menggonggong kegirangan. Ia cuma melakukan itu kalau bertemu teman. Kami turun tangga secepat kilat dan menemukan Sita sedang mengelus-elus Wortel.
“Tadi dia lagi main sama Nin,” ujar Sita. Aliyah langsung menyambar dengan bertanya ke mana Nin dan Sita menunjuk ke atas. “Karena tahu aku datang Nin langsung pergi.”
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Tujuh helai rambut, sebotol kecil darah, dan seekor ayam bakar utuh. Aku melihat Pak Polo memberi isyarat tangan ke udara dan semua lampu padam. Simak lanjutan novel Sabda Armandio, MONGREL, di kumparanplus. Terbit setiap Minggu.