Konten dari Pengguna

Kompetensi Pengelola Wisata, KKN UMY 053 Adakan Pelatihan Pemandu Outbond

Safira Rahmawati

Safira Rahmawati

Mahasiswa Manajemen UMY

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Safira Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kompetensi Pengelola Wisata, KKN UMY 053 Adakan Pelatihan Pemandu Outbond
zoom-in-whitePerbesar

Mahasiswa KKN Reguler 053 dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui Workshop Pemandu Outbound yang digelar pada 15 Februari 2026 pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Wisata Nganggring, Dusun Nganggring, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, dan diikuti oleh para pengelola Desa Wisata Nganggring.

Workshop ini merupakan bagian dari program kerja KKN UMY 053 dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, khususnya untuk meningkatkan kompetensi pemandu outbound di desa wisata. Dalam upaya memperkuat kapasitas lokal, mahasiswa menghadirkan Bapak Sumardiono, fasilitator outbound dari Ledok Sambi, sebagai narasumber utama.

Selama sesi pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi dan melakukan simulasi langsung. Suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terutama saat peserta mempraktikkan teknik membuka kegiatan outbound.

Dalam pemaparannya, Bapak Sumardiono menekankan pentingnya kesan pertama dalam sebuah kegiatan. “Lima menit awal itu menentukan keberlanjutan sebuah kegiatan. Di momen itu, fasilitator harus mampu mencairkan suasana, membuat peserta merasa nyaman, dan membangun energi positif,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa cara sederhana seperti sapaan hangat, ice breaking yang relevan, serta bahasa tubuh yang terbuka dapat menjadi kunci untuk membangun kedekatan dengan peserta.

Menurutnya, seorang pemandu outbound bukan hanya memandu permainan, tetapi juga bertugas membaca dinamika kelompok dan memastikan setiap peserta merasa dilibatkan. “Kalau di awal sudah kaku, kegiatan selanjutnya akan sulit berkembang. Tapi kalau lima menit pertama berhasil membuat peserta cair dan percaya, maka proses berikutnya akan jauh lebih mudah,” tambahnya.

Melalui workshop ini, mahasiswa KKN UMY 053 berharap para pengelola wisata di Dusun Nganggring semakin percaya diri dan profesional dalam memandu kegiatan outbound. Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, praktisi wisata, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi Desa Wisata Nganggring secara berkelanjutan.